Setelah 36 Tahun PMK Kembali Menyerang Indonesia, Ini Strategi Pemerintah

Ilustrasi pengecekan PMK pada hewan ternak. (kulonprogo)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Rabu, 11 Mei 2022 | 12:50 WIB

Sejak ditemukannya kasus konfirmasi positif Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada awal Mei lalu di Jawa Timur, Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, turun ke lapangan dan mengunjungi Kabupaten Gresik.

“Saya bersama seluruh Dirjen di Kementan dan Forkopinda beserta Bupati Gresik dan Empat Bupati lainnya kami hadir di lapangan, ini menandakan apa yang diminta Bapak Presiden agar seluruh kekuatan di pemerintah pusat dan daerah secara serius melakukan penanganan yang maksimal,” ujarnya di Balai Desa Sembung, Kecamatan Wringin Anom, Kabupaten Gresik, Selasa (10/5/2022).

Indonesia tercatat bebas PMK sejak 1986 dan mendapatkan pengakuan internasional pada 1990. Syahrul berharap berbagai upaya mitigasi yang dilakukan pihaknya bersama pemerintah daerah dapat optimal menekan penyebaran PMK, dan Indonesia kembali menjadi negara bebas PMK. 

Baca Juga: Setelah 36 Tahun PMK Kembali Menyerang Indonesia, Ini Strategi Pemerintah
Mentan Syahrul: Kita Tidak Akan Musnahkan Sapi yang Terpapar PMK

Lebih lanjut Syahrul memastikan bahwa pihaknya akan bekerja cepat meneliti dan menghasilkan vaksin PMK.

“Kami akan terus bekerja, kami lakukan langkah-langkah terpadu yang dapat meminalisir angka penyebaran, baik dengan isolasi, lockdown wilayah atau kandang, kita lakukan tracing, dan intervensi obat-obatan, dan secepatnya kami dapatkan serotipe dari PMK ini dan kami dapat segera mungkin menghasilkan vaksinnya,” katanya.

Sebagai informasi, dari kunjungan tersebut rombongan Kementan memberikan sejumlah bantuan tahap kedua kepada Pemprov Jatim berupa disinfektan, antibiotik, vitamin, antiradang, APD, dan sejumlah unit handsprayer manual.

Video Terkait