Mentan Syahrul: Kita Tidak Akan Musnahkan Sapi yang Terpapar PMK

Mentan Syahrul tak akan musnahkan sapi yang terpapar PMK. (Sariagri/Arief L)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Selasa, 10 Mei 2022 | 20:20 WIB

Pemerintah meminta kepada masyarakat untuk tidak panik terkait penyebaran wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang ternak sapi di empat daerah di Jawa Timur dan 2 daerah di Provinsi Aceh.

Penegasan itu , disampaikan Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo, usai mengadakan pertemuan dengan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar parawansa beserta sejumlah kepala daerah di gedung negara Grahadi Surabaya.

Dalam pertemuan yang digelar secara tertutup tersebut menghasilkan beberapa poin penanganan agar penyakit yang saat ini mewabah  di Jatim dan Aceh bisa segera teratasi. Termasuk salah satunya melakukan lock down atau isolasi lokal, baik di tingkat desa atau kecamatan.

Mentan juga menyebutkan meski dipastikan tidak akan menular kepada manusia, ia meminta masyarakat untuk tetap tidak mengkonsumsi daging sapi sakit yang telah disembelih.

“Jika ada masyarakat yang tahu ada pedagang atau peternak menyembelih sapi sakit entah karena PMK atau penyakit lain sebaiknya tidak dibeli dagingnya dan jangan dikonsumsi. Karena kita tahu, PMK ini tidak menular ke manusia, tapi tetap perhatikan untuk tidak membeli daging dari hewan yang sakit,” ungkap Mentan Syahrul Yasin Limpo kepada Sariagri, Selasa (10/5/2022).

Lebih jauh, Mentan menjelaskan penularan PMK diketahui terjadi sangat masif di Jatim dan Aceh. Kendati demikian ia menjamin tidak akan ada pemusnahan ternak yang terjangkit PMK.

“Sampai tadi pembahasan kita sepakat tidak melakukan pemusnahan ternak yang tertular PMK. Namun demikian upaya yang tetap dikedepankan adalah dengan menyuntikan obat-obatan kepada ternak yang terjangkit,” ujarnya.

Disinggung terkait penanganan yang bisa dilakukan oleh pemerintah. Mentan menjawab solusi yang ditawarkan dalam upaya penghentikan penyebaran PMK adalah dengan melakukan isolasi wilayah yang tertular.

“Tentu kita lihat tingkatan penyebarannya. Jika ditemukan ada ternak sapi yang terpapar ditingkat desa maka penerapan isolasi ya tingkat desa. Kalau yang tertular ternak di wilayah kecamatan maka kita lakukan lockdown tingkat kecamatan,” kata dia.

Mentan menegaskan untuk  mencegah penyebaran PMK yang lebih luas yakni dengan menghindari kontak langsung dan melokalisir area yang dimungkinkan bisa terjadi penyebaran penyakit melalui angin atau udara (airborne).

Baca Juga: Mentan Syahrul: Kita Tidak Akan Musnahkan Sapi yang Terpapar PMK
Mengenal Apa Itu Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada Hewan Ternak

Tingkat penularan PMK selain melalui kontak langsung juga bisa tersebar lewat media angin atau airborne disease. Antisipasi penularan PMK bisa melalui udara dengan jarak paling jauh mencapai 3 kilometer,” terangnya.

Mentan memastikan, sampling virus penyakit ini masih diteliti di laboratorium pusat veteriner farma (pusvetma) Surabaya.

“Penelitian ini dilakukan agar bisa mengetahui jenis dan level penyakit untuk selanjutnya bisa menentukan obat atau vaksin yang diberikan kepada sapi agar tidak terpapar penyakit mulut dan kuku," pungkasnya. 

Video Terkait