Mengenal Apa Itu Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada Hewan Ternak

Ilustrasi pengecekan PMK pada hewan ternak. (kulonprogo)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Selasa, 10 Mei 2022 | 13:30 WIB

Sariagri - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo untuk memberlakukan lockdown zonasi guna mencegah mutasi wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menimpa hewan ternak dari satu wilayah ke wilayah lain.

Belakangan, isu penyakit mulut dan kuku (PMK) muncul. Di Jawa Timur ditemukan pada empat kabupaten, yakni Sidoarjo, Mojokerto, Lamongan, serta Gresik yang menyerang 1.247 ekor sapi.

Sebelumnya, Indonesia telah bebas dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) sejak tahun 1986. Namun, tiga puluh enam tahun kemudian tepatnya bulan April dan Mei 2022, sapi yang bergejala PMK mulai muncul lagi.

Mengenal Apa itu PMK?

PMK merupakan penyakit hewan menular akut yang menyerang hewan ternak seperti sapi, kerbau, kambing, domba, kuda dan babi dengan tingkat penularan mencapai 90-100 persen. Akibatnya, kerugian ekonomi sangat tinggi. Diketahui, PMK memiliki 7 varian yang berbeda.

Penyebab PMK?

PMK disebabkan oleh virus dengan genus Aphthovirus dari famili Picornaviridae.

Gejala dari PMK dapat dikenali dengan adanya luka seperti sariawan di rongga mulut yaitu di gusi dan lidah, di sela-sela kuku kaki, dan bisa di ambing susu hewan betina. Selain itu, hewan yang terinfeksi akan mengalami demam (suhu 39-41 derajat Celcius), keluar lendir berlebihan dari mulut, beberapa mengalami pincang, luka di kaki-kuku, sulit berdiri, gemetaran, nafas cepat, dan produksi susu menurun drastis.

Bagaimana Cara Diagnosa penyakit PMK?

PMK dapat didiagnosa dengan sampel jaringan dari vesikel (sariawan), sampel darah, dan sampel cairan kerongkongan. Diagnosa laboratorium bisa dilakukan di BBVet Wates dengan metode ELISA.

Cara Menangani Penyakit dan Memberantas PMK?

PMK tidak bisa diobati, tetapi bisa diredakan gejala yang timbul dengan pengobatan simptomatis.

Cara memberantas PMK, pembatasan lalu-lintas ternak (masuk dan keluar) dari dan menuju ke daerah wabah. Kemudian pemusnahan jeroan dari hewan yang terinfeksi PMK. Terakhir, melakukan vaksinasi minimal 70% dari populasi di daerah terancam.

Kiat yang Dilakukan untuk Ikut Andil dalam Penanggulangan dan Pemberantasan PMK?

Baca Juga: Mengenal Apa Itu Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada Hewan Ternak
Cegah PMK, Barantan Tingkatkan Pengawasan di Seluruh Wilayah Indonesia

Adapun kiatnya yaitu tidak melakukan jual-beli hewan ternak untuk sementara ini, terutama dari daerah Kabupaten Gresik, Lamongan, Sidoarjo, dan Mojokerto Provinsi Jawa Timur.

Jika menemukan hewan ternak dengan gejala seperti mulut keluar lendir berlebih atau berbusa, ada luka seperti sariawan di lidah, gusi, kuku kaki, dan ambing, mohon untuk dilaporkan ke Puskeswan terdekat atau langsung ke Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulon Progo.

Video Terkait