Kembali Merebak, Puluhan Juta Unggas di AS Terinfeksi Flu Burung

Ilustrasi - Peternakan ayam. (Antara)

Editor: Dera - Selasa, 10 Mei 2022 | 11:15 WIB

Sariagri - Virus flu burung yang tengah melanda Amerika Serikat (AS) hampir menjadi wabah terburuk di negara itu, sebagaimana diberitakan Bloomberg.

Sekitar 37 juta ayam dan kalkun terinfeksi dan harus dimusnahkan, serta lebih banyak lagi akan terjadi hingga bulan depan karena para peternak di wilayah Midwest melakukan pemusnahan massal.

Para peternak harus memusnahkan seluruh kawanan unggas komersial jika ditemukan satu burung yang dites positif terkena virus. Hal itu perlu dilakukan untuk menghentikan penyebaran virus.

Krisis ini menjadi ‘bencana’ bagi peternak ayam petelur dan kalkun. Wabah flu burung sebagian besar disebarkan oleh migrasi burung liar yang berkerumun di atas peternakan dan meninggalkan kotoran yang terlacak ke dalam kandang unggas.

Saat ini, harga telur dan daging kalkun pun melonjak ke rekor tertinggi. Selain akibat sedikitnya pasokan, peningkatan harga juga terjadi seiring dengan kenaikan harga pangan dunia.

Mulai perang di Ukraina hingga cuaca buruk untuk panen, semuanya membuat rantai pasokan menjadi kacau dan memperburuk krisis yang mendorong jutaan orang kelaparan sejak awal pandemi.

Pada bulan April, harga telur grosir di AS telah menyentuh rekor 2,90 USD (sekitar Rp42.046) per lusin. Sementara harga kalkun utuh menyentuh level tertinggi sepanjang masa pada harga 1,47 USD (sekitar Rp21.313) per 500 gram.

Terakhir kali flu burung melanda AS pada tahun 2015, yang menewaskan sekitar 50 juta hewan dan merugikan pemerintah federal lebih dari 1 miliar USD (sekitar Rp14,5 triliun).

Saat itu, industri meningkatkan biosekuriti di sekitar kandang unggas, memasang sound canon untuk mengusir burung liar, dan bahkan mencuci mobil agar truk peternakan tidak membawa kontaminasi dari satu peternakan ke peternakan lainnya.

Baca Juga: Kembali Merebak, Puluhan Juta Unggas di AS Terinfeksi Flu Burung
Lindungi Unggas dari Flu Burung, Negara Ini Akhirnya Pertimbangkan Vaksin

Namun, kali ini biosekuriti yang lebih baik telah gagal mencegah penularan dari burung liar. Cuaca dan pola migrasi membuat virus lebih mudah menyebar tahun ini.

Badai salju musim semi yang langka berasal dari Midwest dan menyebar ke Pantai Timur, serta cuaca dingin dan basah membuat virus bertahan lebih lama dan cepat menyebar.

Video Terkait