85 Kuda Liar Tewas, Diduga Penyakit Misterius yang Sangat Menular

Pedagang kuda menunggu pembeli di Pasar Hewan Tolo, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan. (ANTARA FOTO/Arnas Padda)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Kamis, 28 April 2022 | 19:10 WIB

Sariagri - Setidaknya 85 ekor kuda liar di sebuah kandang federal di Colorado, AS tewas akibat serangan penyakit misterius yang tidak diketahui dan sangat menular. Kejadian ini berlangsung hanya dalam kurun waktu kurang dari seminggu sejak 23 April lalu, demikian dikutip dari New York Post.

Menyusul kejadian ini, juru bicara Biro Pengelolaan Lahan (BLM) AS, Steven Hall mengatakan bahwa seluruh fasilitas yang menampung lebih dari 2.500 hewan di Canon City, sekitar 190 km barat daya Denver, kini berada di bawah karantina. Hewan yang sakit atau telah terinfeksi dijauhkan dari kuda yang sehat.

"Kuda liar di fasilitas Kuda Liar di Canon City telah terinfeksi penyakit yang tidak diketahui namun sangat menular dan terkadang fatal," kata BLM dalam sebuah pernyataan.

Sebagian besar kuda yang sakit telah diangkut dari Rio Blanco County, dekat garis negara bagian Utah. Hall mengatakan hewan yang mati sedang menjalani nekropsi, dan sampel darah dan jaringan sedang dianalisis di dua laboratorium universitas.

"Gejala utama tampaknya adalah masalah pernapasan dan dada sesak," kata Hall, sembari menambahkan bahwa dokter hewan federal, negara bagian dan independen sedang menyelidiki penyakit mematikan ini.

Baca Juga: 85 Kuda Liar Tewas, Diduga Penyakit Misterius yang Sangat Menular
Hati-hati, Kuda Ternyata Mudah Terinfeksi Influenza



Kuda liar dan kawanan burro (keledai) bukanlah kuda asli Amerika Serikat tetapi diturunkan dari hewan yang dibebaskan atau ditinggalkan oleh penambang, pencari kuda, dan lainnya selama pemukiman di Amerika Barat. Jumlahnya diperkirakan sekitar 80.000 secara nasional.  BLM melakukan pengumpulan secara berkala, memindahkan hewan-hewan tersebut ke tempat penampungan, dan beberapa diantaranya dilelang.

Aktivis mengatakan, penangkapan dan kondisi hidup hewan yang dikurung itu tidak manusiawi. "Wabah penyakit dan kematian adalah akibat langsung dari penangkapan massal BLM," ujar Suzanne Roy, Direktur Eksekutif Kampanye Kuda Liar Amerika dalam sebuah pernyataan yang diposting di situs web kelompok tersebut.

 

Video Terkait