Pastikan Layak Ekspor, Karantina Pertanian Monitoring Pabrik Sarang Walet

Karantina Pertanian Medan monitoring pabrik sarang burung walet. (Barantan)

Editor: Arif Sodhiq - Jumat, 15 April 2022 | 16:30 WIB

Karantina Pertanian Medan melakukan monitoring dan evaluasi (monev) sarang burung walet (SBW) milik PT. Mega Ratu Walet (MRW) di Desa Tanjung Sari, Batang Kuis, Deli Serdang Sumatera Utara.

Hal itu dilakukan untuk memastikan standar operasional prosedur (SOP) yang diterapkan sudah berjalan dengan baik, sehingga produk layak ekspor.

"Kami memastikan apakah semua telah sesuai prosedur yang ditetapkan. Mulai dari kebersihan hingga pengemasan untuk siap ekspor dan jangan sampai tertolak karena syarat atau prosedurnya ada yang salah," ujar Kepala Karantina Pertanian Medan, Lenny Hartati Harahap, dilansir dari Badan Karantina Pertanian (Barantan), Jumat (15/4/2022).

Lenny mengungkapkan SBW ini nantinya akan dikirimkan ke berbagai negara sesuai permintaan dan salah satunya Tiongkok.

"Karena negeri Tiongkok merupakan salah satu negara yang besar dan permintaan akan sarang burung walet banyak. Jadi harus benar-benar dijaga mutu produknya dari sini," tambahnya.

Baca Juga: Pastikan Layak Ekspor, Karantina Pertanian Monitoring Pabrik Sarang Walet
Gubernur Arinal Minta Dukungan Pusat Bangun Lampung

Dalam tinjauannya, Karantina Pertanian Medan berkeliling melihat proses produksi mulai dari tahap pembersihan, penyeterilan hingga pengemasan. Dia berharap dengan kegiatan ini dapat dihasilkan kualitas mutu lebih baik sehingga ekspornya terus meningkat.

Sariagri - Dia menambahkan monev juga bertujuan untuk mendukung upaya peningkatan ekspor dari Sumatera Utara khususnya SBW. Serta untuk menyukseskan kegiatan Nasional Ekspor yang rencananya akan kembali digelar secara serentak pada akhir April 2022 mendatang.

 

Video Terkait