Hasil Sarang Burung Walet Melimpah, Sulut Belum Punya Pabrik Pengolahan

Komoditas sarang burung walet Sulut berstandar ekspor. (Antara/HO-Karantina Pertanian Manado)

Editor: Arif Sodhiq - Rabu, 30 Maret 2022 | 09:00 WIB

Sariagri - Triwulan pertama tahun 2022, Karantina Pertanian Manado mencatat 5,1 ton komoditas Sarang Burung Walet (SBW) asal Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) telah dilalulintaskan antar area ke sejumlah kota besar.

SBW dalam bentuk raw atau mentah dengan nilai ekonomi mencapai Rp21,7 miliar itu, sebagian besar dikirim ke Jakarta dan Surabaya guna diproses lebih lanjut dan diekspor ke negara tujuan.

"SBW Sulut ini memiliki kualitas ekspor, hanya masih berbentuk raw sehingga perlu diolah lebih lanjut," ujar Kepala Karantina Pertanian Manado, Donny Muksidayan, Selasa (29/3/2022).

Donni menjelaskan wilayah Sulut belum memiliki tempat pemrosesan SBW. Kebanyakan tempat pemrosesan terdapat di Jawa sehingga hasil SBW harus dikirim ke daerah lain yang memilikinya agar layak ekspor.

“Harapan kami, dengan mengekspose potensi SBW Sulut, dapat menarik para investor agar mau berinvestasi disini. Katakanlah investor tersebut membangun tempat pemrosesan SBW agar nilai jual dari produk meningkat hingga tiga kali lipat sehingga dapat menjadi penopang baru dalam membangun sektor perekonomian daerah Sulut," harapnya.

Sementara itu, Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan), Bambang menyebutkan eksportasi komoditas pertanian di 2022 ini akan semakin meningkat dibandingkan tahun lalu. Untuk itu, pihaknya terus menggali potensi daerah untuk menarik investor.

“Strategi akselerasi ekspor ini salah satunya dengan menggali potensi daerah dan membagi informasi kepada para investor agar mereka tertarik untuk berinvestasi, terlebih SBW ini dimana potensi Indonesia sangat besar,” tandasnya.

Untuk diketahui, BPS mencatat adanya peningkatan ekspor pertanian hingga bulan Februari tahun 2022 sebesar  11,45% (YoY). 

Baca Juga: Hasil Sarang Burung Walet Melimpah, Sulut Belum Punya Pabrik Pengolahan
Karantina Pertanian Mamuju Sertifikasi 2.662 Kilogram Sarang Burung Walet

Secara khusus data IQFAST Barantan menunjukan selain SBW yang menunjukkan tren peningkatan sebesar 20%, yakni secara nasional mencapai 81,2 ton dibanding periode sama tahun lalu yang hanya 67,7 ton saja. 

Komoditas asal sub sektor perkebunan, kelapa bulat dan santan juga menunjukan tren peningkatan masing-masing 60,9% dan 11,9%.

 

Video Terkait