Melihat Potensi Budidaya Peternakan Madu Kalulut

Sesmenkop UKM saat melihat produksi madu kalulut di Kalsel. (Sariagri/Kemenkop UKM)

Editor: Reza P - Minggu, 27 Maret 2022 | 14:30 WIB

Sariagri - Dipercaya memiliki banyak khasiat untuk kesehatan, produk madu menjadi salah satu primadona di masa pandemi COVID-19. Hal itu terbukti dari permintaan yang semakin meningkat.

Salah satu madu terkenal di Kalimantan Selatan yaitu Madu Trigona, atau dalam bahasa Banjar disebut Madu Kalulut mulai populer. Bahkan di Banjarmasin dan Banjarbaru, sudah banyak yang membudidayakan lebah Madu Kalulut.

Pondok Pesantren (Ponpes), Mihbahul Munir menjadi salah satu peternakan lebah Madu Kalulut, yang dikelola langsung para pengurus Ponpes bersama para santrinya yang jumlahnya sebanyak 800 orang.

"Kita akan dukung pengembangan usaha milik Ponpes ini untuk memperkuat jiwa kewirausahaan para santri hingga menjadi santripreneur yang mandiri dan tangguh," ujar Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM, Arif Rahman Hakim, saat mengunjungi peternakan lebah Madu Kalulut milik Ponpes Mihbahul Munir di Banjarbaru, Kalimantan Selatan.

Arif mengungkapkan bahwa dengan terus dibekali ilmu kewirausahaan, para santri diyakini mampu menciptakan lapangan kerja sendiri usai lulus nanti.

"Dengan dibekali jiwa kewirausahaan, Ponpes bisa memanfaatkan potensi sumber daya yang ada di wilayah masing-masing. Kebetulan, di Banjarbaru ini ada potensi Madu Kalulut yang bisa dikembangkan," ungkapnya.

Terlebih, kata dia, peternakan lebah memiliki potensi ekonomi yang tinggi, serta produknya sangat dibutuhkan bagi kesehatan masyarakat. 

"Akan ada pendampingan usaha dari Gerakan Kewirausahaan Nasional (GKN) untuk meningkatkan dan memperkuat Santripreneur," imbuhnya.

Baca Juga: Melihat Potensi Budidaya Peternakan Madu Kalulut
Cerita Mahasiswa Peternakan, Budidaya Lebah Trigona untuk Cukupi Kebutuhan Hidup

Arif meminta untuk mendirikan koperasi karena merupakan salah satu badan hukum yang cocok untuk pengembangan usaha. Dengan berkoperasi, dapat memperluas pasar dan kualitas produk madu.

"Ada peluang besar di mana belanja pemerintah dan BUMN harus menyerap produk dari koperasi dan UMKM sebesar 40 persen," tandasnya.

Video Terkait