Sepi Pembeli, Peternak Ini Jual Murah Buaya-buayanya

Ilustrasi buaya (Pexels)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Senin, 21 Maret 2022 | 17:45 WIB

Sariagri - Seorang peternak buaya di Trang, Thailand terpaksa menjual buaya-buaya dipeternakannya dengan harga murah. Sejak pandemi melanda, peternakannya yang berisi sekitar 450 ekor buaya, sepi pembeli.

Saat ini, Sommart Srisuk menjual buaya-buayanya dengan harga murah masing-masing 3.500 baht hingga 6.000 baht, tergantung ukurannya. Sebelum pandemi dimulai, Sommart Srisuk menjual buaya masing-masing seharga 8.000 baht hingga 10.000 baht atau sekitar Rp 3,4 juta hingga Rp 4,2 juta.

Sommart, peternak buaya berusia 55 tahun, mulai memelihara buaya 15 tahun lalu di perkebunan karet seluas 1 rai (1.600 meter persegi) di provinsi Trang, Thailand selatan. Pada tahun 2007, Sommart memelihara 88 ekor buaya. Permintaan pelanggan meningkat sehingga Sommart memperluas bisnisnya dan membangun lebih banyak kolam untuk memfasilitasi lebih banyak buaya.

Pelanggan utama Sommart adalah sebuah unit usaha di Chon Buri yang biasa membeli buaya dalam jumlah besar dan menjualnya kepada pelanggan di berbagai negara.

Namun sejak pandemi dimulai, mereka tidak dapat lagi membeli dari peternakan Sommart karena mereka tidak dapat mengekspor buaya.

Sommart harus menanggung semua biaya makanan, air, dan perawatan untuk 450 buaya air tawarnya. Saat ini, peternakan Sommart salah satu yang terbesar dari 22 peternakan buaya di Trang. Sommart telah memangkas harganya dengan harapan dapat mengurangi biaya pemeliharaan.

Walau pun buaya bukan hidangan populer di Thailand, sebagian besar pelanggan Sommart membeli buaya untuk dimakan. Sommart berharap perusahaan-perusahaan besar akan tertarik untuk membeli buaya-buayanya dalam jumlah besar.

Sommart biasanya menjual buaya seharga 8.000 baht hingga 10.000 baht, setelah dada buaya berukuran 55 sentimeter pada usia sekitar 3 tahun. Banyak buaya Sommart jauh lebih tua dan lebih besar sekarang, namun Sommart menjualnya hanya dengan 3.500 baht hingga 6.000 baht.

Beberapa orang menganggap daging buaya sebagai makanan super mengingat 100 gram daging buaya rebus mengandung 46 gram protein, yang lebih tinggi dibandingkan dengan 25 gram protein yang ditemukan dalam 100 gram ayam. Namun, beberapa studi akademis menyarankan untuk menghindari daging buaya atau daging reptil dalam bentuk apa pun karena risiko tertular penyakit.

Baca Juga: Sepi Pembeli, Peternak Ini Jual Murah Buaya-buayanya
Menegangkan! Evakuasi Buaya Kesayangan Berlangsung Dramatis di Kolam Ikan



Yang lain berpendapat bahwa risiko penyakit dapat dihilangkan melalui memasak daging yang benar, mirip dengan ayam. Namun, daging buaya tentu bukan makanan murah, mengingat sepiring daging buaya bakar dijual seharga 300 baht atau lebih dari Rp 128.000 di warung-warung di Bangkok.

Video Terkait