Kenapa Kecoak Mati Selalu Dalam Posisi Terbalik? Ini Penyebabnya

Ilustrasi kecoak. (pixabay)

Editor: Dera - Jumat, 11 Maret 2022 | 17:10 WIB

Sariagri - Bagi sebagian orang, kecoak mungkin merupakan hewan yang sangat menjijikan. Pasalnya, habitat mereka memang di tempat kotor dan sarang kuman, terlebih sebuah studi menyebut bahwa dalam tubuh kecoak mengandung sekitar 33 jenis bakteri yang berbahaya bagi manusia.

Serangga tersebut kerap memasuki lingkungan rumah, terbang berkeliaran dan dinilai mengganggu. Tak jarang jika mereka mudah ditemukan di sudut-sudut rumah dalam keadaan terbalik yang ternyata sudah mati.

Lalu, mengapa kecoak sering mati dalam kondisi terbalik?

Dilansir dari Owlcation, posisi terbalik itu merupakan cara kecoak untuk bertahan hidup. Dengan membalikkan tubuhnya, kecoak sebenarnya sedang berusaha mendapatkan udara lebih, apalagi setelah terkena cairan insektisida.

Kandungan cairan racun tersebut memengaruhi sistem saraf kecoak dan mengakibatkan beberapa enzim berkumpul di tubuh mereka. Kondisi ini akhirnya membuat kecoak mengalami kejang otot dan tidak mampu mempertahankan posisi tubuhnya dengan normal.

Sekalipun seekor kecoak tersebut masih sehat, namun tiba-tiba tergelincir sehingga posisinya terbalik, mereka akan kesulitan untuk kembali ke posisi normalnya jika tidak terdapat pegangan di sekitarnya. Akibatnya, kecoak akan mati dalam kurun waktu 7 hari.

Seperti dilansir dari Science ABC, kecoak akan kesulitan untuk memperbaiki dirinya saat berada posisi terbalik. Tanpa koordinasi otot atau apa pun untuk dipegang, kecoak biasanya berakhir mati terbalik.

Baca Juga: Kenapa Kecoak Mati Selalu Dalam Posisi Terbalik? Ini Penyebabnya
Viral Wanita Ini Berikan Semangat seperti Bidan ke Kecoak yang Tengah Melahirkan

Meski begitu, serangga ini dikenal tangguh karena bisa menahan tingkat radiasi yang biasanya membunuh seseorang dalam 10 menit. Hal itu dikarenakan proses seluler yang lambat dan tubuh kecil.

Bahkan, mereka masih bisa hidup hingga seminggu lamanya tanpa kepala. Karena kemampuan bertahannya itu, mereka kuat tak makan dalam waktu lama dan bisa bernapas melalui lubang kecil di setiap segmen tubuhnya. 

Video Terkait