Ilmuwan Tercengang Lihat Pergerakan Cacing Tanah dalam Menyuburkan Tanaman

Ilustrasi cacing tanah. (pixabay)

Editor: Dera - Jumat, 25 Februari 2022 | 16:50 WIB

Sariagri - Bagi sebagian orang, cacing tanah mungkin dianggap hewan menjijikkan. Namun siapa sangka Sobat Agri, hewan satu ini ternyata mempunyai peran penting bagi kesuburan tanah loh. 

Penelitian yang dilakukan Prof Olaf Schmidt dari University College Dublin (UCD), menemukan bahwa cacing tanah dengan cepat memperkaya tanah dan tanaman melalui nitrogen yang dikeluarkan dalam lendir mereka.

Selama ini cacing tanah memang diketahui dapat meningkatkan hasil panen dalam jangka panjang, dengan melepaskan nitrogen yang terkunci dalam bahan organik tanah saat cacing menggali. Tetapi kemampuan cacing untuk memperkaya tanah secara tradisional dianggap lambat.

Prof Schmidt membantah anggapan itu. Ia mengatakan, tim peneliti dari Irlandia, Jerman dan Cina mampu melacak perjalanan nutrisi dari cacing tanah ke dalam tanah, ke bibit gandum, dan kemudian ke lalat hijau (kutu daun) menggunakan metode yang disebut pelacak isotop stabil.

Mereka menemukan bahwa nitrogen yang diturunkan dari cacing tanah masuk ke lalat hijau hanya dalam waktu dua jam di bawah kondisi laboratorium, dan setelah 24 jam di lapangan. Para peneliti tercengang betapa cepatnya nitrogen cacing bergerak melalui tanah, ke akar, ke tanaman dan ke serangga yang memakan getah tanaman.

"Wawasan baru yang sebenarnya (kami temukan) adalah bahwa nitrogen dari cacing masuk ke tanaman dengan sangat cepat. Sampai sekarang kami berasumsi ini melibatkan proses dekomposisi yang lambat dan siklus mikroba. Tetapi percobaan kami menunjukkan bahwa pergerakan nitrogen (N) dan karbon (C) dari cacing tanah ke tanaman bisa sangat cepat," kata Prof Schmidt, seperti dikutip dari msn.com.

"Ini sangat menarik karena menunjukkan bahwa cacing tanah mungkin memasok nitrogen langsung ke tanaman, dan mereka melakukannya tepat saat tanaman sangat membutuhkannya, karena aktivitas cacing ini dan pertumbuhan tanaman disinkronkan oleh faktor lingkungan, sebagian besar suhu dan kelembaban," imbuhnya.

Prof Schmidt menyebut temuan ini sangat penting bagi petani yang mencoba mengurangi penggunaan pupuk sintetis pada saat biaya pupuk sintetis meningkat tajam karena rantai pasokan dunia terus pulih dari pandemi COVID-19 dan harga energi naik.

Baca Juga: Ilmuwan Tercengang Lihat Pergerakan Cacing Tanah dalam Menyuburkan Tanaman
Jago Menari, Brolga Dijuluki Hewan yang Paling Setia pada Pasangannya



"Karya (penelitian) ini dapat menginformasikan bagaimana petani mengelola lahan, kehidupan tanah dan pasokan nitrogen. Dengan mengadopsi praktik tanam yang melindungi cacing tanah, manfaat nitrogen dinamis ini juga akan dimaksimalkan. Kami tahu dari penelitian sebelumnya bahwa populasi cacing ini menyumbangkan sejumlah besar nitrogen secara agronomis ke tanah, tetapi kami tidak tahu (sebelumnya) bahwa mereka dapat memasok tanaman dengan nitrogen dengan cara yang dinamis," kata Prof Schmidt.

Dia tidak berpikir bahwa cacing ini akan menggantikan semua mineral dan pupuk organik, tetapi penggunaannya secara penuh sebagai pemasok nutrisi alami dapat mengimbangi penggunaan dan biaya pupuk mineral/sintetis.

Video Terkait