Tersengat Bisa Kalajengking, Begini Cara Mengatasinya

Ilustrasi Kalajengking (Pixabay)

Penulis: Triana, Editor: Tatang Adhiwidharta - Kamis, 3 Maret 2022 | 16:45 WIB

Sariagri - Kalajengking dikelompokkan ke dalam kerajaan Animalia. Populasinya pun di Indonesia cukup banyak dan mudah ditemui, terutama di bawah bebatuan atau di bawah kulit kayu dihutan.

Hewan dengan nama latin Hadrurud Spadix ini adalah jenis hewan karnivora dengan memakan serangga seperti jangkrik dan kecoa. Binatang dengan kaki 8 atau disebut juga Oktopoda dengan 2 kaki di depan berfungsi sebagai capit.

Kalajengking memiliki ekor yang ujungnya terdapat sengat, dan dari ujung ekor ini pulalah kalajengking akan menyuntikkan racun kepada musuhnya.

Namun, seberapa bahayanya sengatan kalajengking bagi manusia? Banyak sekali jenis kalajengking di dunia, pada dasarnya semua jenis kalajengking itu memiliki bisa atau racun yang berguna untuk melumpuhkan musuh atau mangsanya agar mudah untuk dimangsa atau sebagai senjata saat kalajengking berada di posisi tidak aman.

Baca Juga: Tersengat Bisa Kalajengking, Begini Cara Mengatasinya
Makan Jamur Beracun, Tupai Jepang Ini Tak Merasakan Efek Samping

Pada umumnya spesies kalajengking yang ada di Indonesia memiliki bisa yang berbahaya bagi manusia, menyakitkan tapi tidak membunuh atau mematikan. Kebanyakan hanya akan menimbulkan efek lokal seperti rasa sakit disekitar area yang tersengat, pembengkakan. Hal itu karena di dalam bisa kalajengking mengandung protein, natrium, dan kalium yang juga dapat memberi efek panas seperti terbakar.

Namun jangan panik, ketika tersengat kalajengking ada beberapa pertolongan yang dapat dilakukan, diantaranya adalah:

1. Mencuci dan membersihkan luka dengan sabun dan air bersih
2. Mengompres dengan air dingin untuk mengurangi nyeri dan mencegah penyebaran racun, Mengoleskan minyak gosok seperti kayu putih dan lainya di area yang tersengat,
3. Jika dibutuhkan bisa juga mengoleskan obat analgesic jika rasa sakitnya tidak tertahan,
4. Minum susu atau air kelapa untuk menetralisir racun di tubuh.
5. Bawalah ke Dokter untuk mendapatkan penanganan secara medis, jika memang kondisinya sudah cukup membahayakan

Video Terkait