Penelitian: Nyamuk Suka Warna Ini, Awas Digigit

Ilustrasi nyamuk anopheles yang sebabkan penyakit malaria. (Pixabay)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Jumat, 18 Februari 2022 | 16:25 WIB

Sariagri - Hewan serangga bernama nyamuk bisa menyebabkan berbagai penyakit ketika menggigit manusia. Para peneliti berusaha mencari tahu apa yang bisa menghindarkan mereka dari menggigit manusia.

Mengetahui warna mana yang menarik nyamuk lapar, dapat membantu merancang perangkap nyamuk dan metode lain yang lebih baik untuk mengusir nyamuk. Diberitakan dari Sci News, 4 Februari 2021, nyamuk melacak bau, menemukan inang, dan menemukan pasangan secara visual.

Sebelumnya, pengetahuan tentang warna apa yang disukai atau menarik bagi nyamuk dan bagaimana bau memengaruhi perilaku pencarian visual nyamuk. Nyamuk suka warna-warna tertentu, sebuah studi baru yang dipimpin oleh Universitas Washington menunjukkan bahwa setelah mendeteksi gas yang kita hembuskan (karbon dioksida), nyamuk Aedes aegypti terbang menuju warna tertentu.

Warna yang menarik Nyamuk, antara lain merah, oranye, hitam dan cyan. Namun, nyamuk mengabaikan warna lain, seperti hijau, ungu, biru dan putih.

"Nyamuk tampaknya menggunakan bau untuk membantu mereka membedakan apa yang ada di dekatnya, seperti inang untuk menggigit," kata Profesor Jeffrey Riffell, seorang peneliti di Departemen Biologi di University of Washington.

Ia menjelaskan ketika para nyamuk mencium senyawa tertentu, seperti karbon dioksida dari napas manusia. Aroma itu merangsang mata untuk memindai warna tertentu dan pola visual lainnya, yang terkait dengan inang potensial, dan membuat nyamuk menuju ke sana.

Penelitian ini diterbitkan pada 4 Februari di jurnal Nature Communications. Penulis utama makalah ini adalah Diego Alonso San Alberto, peneliti dan dosen di Departemen Biologi UW, dan Claire Rusch, alumni doktoral UW dalam biologi.

Dalam eksperimennya, Profesor Riffell dan rekan-rekannya melacak perilaku Aedes aegypti betina, ketika disajikan dengan berbagai jenis isyarat visual dan aroma. Seperti semua spesies nyamuk, hanya nyamuk betina yang meminum darah, dan gigitan nyamuk Aedes aegypti dapat menularkan demam berdarah, demam kuning, chikungunya, dan Zika.

Para peneliti melacak nyamuk individu di ruang uji mini, di mana mereka menyemprotkan bau tertentu dan menyajikan berbagai jenis pola visual, seperti titik berwarna atau tangan manusia yang lezat. Tanpa rangsangan bau apa pun, nyamuk sebagian besar mengabaikan titik di bagian bawah ruangan, terlepas dari warnanya.

Usai menyemprotkan karbon dioksida ke dalam ruangan, nyamuk terus mengabaikan titik apakah itu berwarna hijau, biru atau ungu. Namun, jika titik itu berwarna merah, oranye, hitam atau cyan, nyamuk akan terbang ke arahnya.

Warna menarik nyamuk Dilansir dari Washington, 4 Februari 2022, Profesor Riffell mengatakan pada awalnya dia penasaran dengan apa yang dapat dia lakukan untuk menghentikan nyamuk menggigitnya.

Baca Juga: Penelitian: Nyamuk Suka Warna Ini, Awas Digigit
Waspada! Kucing yang Berkeliaran di Luar Rumah Berpotensi Sebarkan Parasit Mematikan

Dulu ada 3 isyarat utama yang menarik nyamuk yaitu napas, keringat, dan suhu kulit seseorang. Dalam penelitian terbarunya ini mereka menemukan isyarat keempat, yaitu warna merah, yang tidak hanya hanya dapat ditemukan pada pakaian, tapi juga ditemukan pada kulit setiap orang.

"Memfilter warna-warna menarik di kulit kita, atau mengenakan pakaian yang menghindari warna-warna itu, bisa menjadi cara lain untuk mencegah gigitan nyamuk," ungkap Profesor Riffell.

Video Terkait