Unik, Negara Ini Gunakan Angsa untuk Cegah Imigran Gelap Masuk Lewat Perbatasan

Ilustrasi - Angsa membantu menjaga perbatasan.(Pixabay)

Editor: Arif Sodhiq - Minggu, 13 Februari 2022 | 19:00 WIB

Sariagri - Petugas penjaga perbatasan di Cina punya cara unik untuk mencegah masuknya imigran gelap ke wilayah mereka. Untuk mendeteksi dan menangkap imigran ilegal sepanjang perbatasan Cina-Vietnam, petugas menggunakan angsa.

Sebagai bagian dari strategi untuk mencegah penyebaran COVID-19, Cina telah mengambil sikap sangat keras terhadap imigrasi ilegal. Dalam hal ini, patroli perbatasan memainkan peran besar. Namun, Cina adalah wilayah dengan perbatasan panjang sehingga mencegah orang keluar masuk bukan perkara mudah.

Di Longzhou, kabupaten di Provinsi Guanxi yang berbatasan dengan Vietnam membentang sepanjang 184 kilometer di darat dan 22 kilometer di perairan, dengan banyak jalur patroli yang harus diawasi. Sejak musim panas lalu, petugas memiliki senjata rahasia baru untuk menjaga perbatasan, yaitu angsa.

Pada Juni 2021 Kabupaten Longzhou memimpin dalam pengujian angsa sebagai bagian dari strategi kompleks untuk mencegah imigrasi yang hasilnya positif.  Angsa terbukti jauh lebih waspada terhadap orang asing dan suara yang tidak biasa daripada anjing. Angsa mampu membantu petugas perbatasan untuk menangkap beberapa orang yang mencoba memasuki negara itu secara ilegal.

Pada September 2021, tim angsa sudah dikerahkan ke sejumlah titik di sepanjang perbatasan Longzhou. Di setiap titik perbatasan, petugas mengerahlam setidaknya sepasang angsa. Menurut China News, dua angsa, satu anjing dan dua penduduk perbatasan adalah "standar" di perbatasan.

Melansir Oddity Central, banyak desa dan kota di Kabupaten Longzhou dikelilingi pegunungan tinggi, hutan lebat dan jaringan jalan seperti jaring laba-laba yang dapat digunakan orang untuk menyelinap ke negara itu. Namun, penggunaan angsa terbukti sangat efektif dalam mencegah imigrasi dan penyelundupan barang dan satwa liar.

“Angsa sangat sensitif terhadap suara,” ujar Li Fei, petugas pengawas perbatasan lokal yang ditempatkan di Naguan, kepada wartawan.

“Mereka akan berteriak ketika ada sedikit gangguan dan mereka akan berteriak lebih keras ketika mereka melihat orang asing," tambahnya.

Baca Juga: Unik, Negara Ini Gunakan Angsa untuk Cegah Imigran Gelap Masuk Lewat Perbatasan
Kisah Petugas Gabungan dan Relawan Selamatkan Hewan Ternak dan Petani yang Terdampak Erupsi Gunung Semeru



Karena di Longzhou dinilai efektif, penggunaan angsa telah dipromosikan untuk distrik lain di Kota Chongzuo dalam beberapa bulan terakhir. Sekarang ada lebih banyak angsa daripada anjing yang terlibat di pusat pencegahan epidemi Cina di perbatasan dengan Vietnam.

Saat ini ada sekitar 400 anjing dan 500 angsa yang tersebar di lebih dari 300 pos pemeriksaan pencegahan dan pengendalian epidemi di perbatasan, dan jumlah angsa yang akan dikerahkan diperkirakan akan terus meningkat.

Video:

Video Terkait