52 Ton Pakan Ternak Indonesia Diekspor ke Brunei, Produk Peternakan Lain Menyusul?

Produk pakan ternak Indonesia diantarkan ke pembeli di Brunei Darussalam disaksikan oleh Duta Besar RI untuk Brunei Sujatmiko. (Antara/HO-KBRI Bandar Seri Begawan)

Editor: Arif Sodhiq - Kamis, 10 Februari 2022 | 09:00 WIB

Sariagri - Sebanyak 52 ton pakan ternak Indonesia diekspor ke negara tujuan Brunei Darussalam. Pakan hasil produksi Koperasi Agro Niaga (KAN) Jabung Syariah Jawa Timur itu dimuat dalam dua kontainer.

Menurut keterangan KBRI Bandar Seri Begawan (BSB), dua kontainer pakan ternak itu diperuntukkan bagi ternak sapi. Sedangkan sebagian kecil sebagai komponen pakan domba.

Produk pakan ternak Indonesia itu langsung diantarkan ke pembeli dengan pembongkaran kontainer disaksikan Duta Besar RI untuk Brunei Darussalam Sujatmiko.

Pengiriman pakan kali ini merupakan yang ke-3 melanjutkan ekspor sebelumnya pada 2021. Total, Indonesia telah mengirim enam kontainer pakan sapi bermerk JABFeed itu.

Peluang bagi ekspor pakan ternak Indonesia ke Brunei berikutnya masih terbuka lebar. Menurut keterangan KBRI BSB, konsumsi pakan ternak di Brunei pada 2020 mencapai 158.579 metrik ton, di mana 60 persen dari impor.

Dikatakan Sujatmiko, KBRI terus mendukung peningkatan perdagangan bilateral Indonesia-Brunei. Diharapkan ekspor produk pakan ini akan berkelanjutan dan memperoleh pangsa pasar lebih luas di Brunei.

"Bahkan, untuk produk-produk terkait lainnya, Indonesia dapat menyediakan untuk kebutuhan pengembangan sektor pertanian dan peternakan Brunei," ujar Sujatmiko.

Dubes RI juga berdiskusi dengan para pembeli yang merupakan para pelaku usaha peternakan di Brunei. Langkah ini untuk menjajaki peluang ekspor produk potensial lainnya dari Indonesia, termasuk ternak hidup dan peralatan pertanian.

Para pengusaha ternak Brunei berharap bisa mendatangkan domba siap potong asal Indonesia dalam waktu dekat guna mengantisipasi lonjakan permintaan menjelang hari raya Idul Adha.

Pada diskusi antara Dubes RI dan para pengusaha ternak Brunei itu, terungkap minat mereka mengimpor daging beku asal Indonesia karena dinilai memiliki cita rasa yang cocok dengan selera masyarakat Brunei.

Bersama perkembangan sektor pertanian Brunei, menurut pihak KBRI, terdapat peluang baru yang dapat diisi dengan aneka produk dan jasa unggulan asal Indonesia.

Selain itu, tersedia lahan di Brunei yang dapat dimanfaatkan untuk peningkatan produksi setempat dengan ekspor keahlian dan teknologi asal Indonesia.

Baca Juga: 52 Ton Pakan Ternak Indonesia Diekspor ke Brunei, Produk Peternakan Lain Menyusul?
Ekspor Pakan Ternak Ke Korsel Jadi Bukti Sinergitas Pelaku Pertanian

Selanjutnya, terbuka peluang ekspor produk pendukung, seperti pupuk, vitamin, mesin pertanian, dan bibit unggul.

KBRI Bandar Seri Begawan siap memfasilitasi ekspansi ekspor produk dan jasa pertanian Indonesia ke Brunei.

Berdasarkan data Kemendag, selama empat tahun terakhir, ekspor Indonesia ke Brunei terus melonjak.

Pada 2018, Indonesia mengirimkan aneka komoditas senilai 61,19 juta dolar AS. Nilai ekspor Indonesia ke Brunei terus bertambah hingga mencapai 211,3 juta dolar AS pada 2021.

Data tahunan menunjukkan ekspor Indonesia ke Brunei pada 2021 tumbuh 63,95 persen dibanding 2020, dengan penguatan terutama pada komoditas energi dan barang konsumsi.

Video:

Video Terkait