Las Luminarias, Tradisi Kuda Melompati Kobaran Api yang Sarat Kontroversi

Ilustrasi Las-Luminarias. (Foto Istimewa)

Editor: M Kautsar - Minggu, 6 Februari 2022 | 19:30 WIB

Sariagri - Masyarakat Spanyol punya tradisi unik, namun juga mengundang kontroversi. Setiap tahun tanggal 17 Januari, penduduk San Bartolome de Pinares, menggelar perayaan Las Luminarias, dengan menunggang kuda dan keledai melalui tumpukan dahan pohon yang terbakar.

Perayaan ini digelar untuk mengenang St. Antonius, sang pelindung hewan.

Melansir Oddity Central, tradisi unik melompati api sudah ada sejak 500 tahun yang lalu, dan pria dan wanita di Desa San Bartolome de Pinares masih merayakannya secara religius.

Mereka mengumpulkan semua cabang yang mereka temukan pada hari-hari menjelang perayaan, dan ketika senja tiba pada malam Saint Anthony's, mereka menyalakannya. Penunggang membawa tunggangan mereka melalui tumpukan pembakaran desa, disertai dengan suara drum dan bagpipe Spanyol.

Dengan melompati api, warga percaya hewan akan mendapatkan perlindungan St. Anthony, yang diakui sebagai pelindung hewan domestik, sejak Abad Pertengahan. Penduduk setempat percaya bahwa api memurnikan hewan mereka dan melindungi mereka dari penyakit, sepanjang tahun.

"Tradisi ini berasal dari ribuan tahun yang lalu. Agar hewan tidak sakit, para pendeta tua akan memberkati mereka dengan api sehingga mereka akan melompat dan disucikan,” kata seorang penduduk setempat.


Namun, tradisi ini mendapat penentangan para aktivis hak-hak binatang. “Tidak ada logika dalam memaksa hewan-hewan ini ke dalam situasi stres melawan sifat mereka sendiri. Di tengah abad ke-21, ini adalah sesuatu dari masa lalu. Tidak ada takhayul atau kepercayaan yang membenarkan tindakan kekejaman seperti itu,” kata Juan Ignacio Codina dari Observatory of Justice and Animal Defence.

Pemilik mengatakan hewan mereka tetap tidak terluka selama prosesi berkat tindakan pencegahan yang diambil oleh pengendara untuk memotong rambut mereka untuk menghindari luka bakar.

Beberapa tahun yang lalu, walikota San Bartolome de Pinares mengatakan kepada wartawan bahwa dokter hewan memeriksa kuda-kuda setelah Las Luminarias dan tidak dapat menemukan satu pun bekas luka bakar, atau hal lain yang salah dengan mereka.

Baca Juga: Las Luminarias, Tradisi Kuda Melompati Kobaran Api yang Sarat Kontroversi
Bagaimana Cara Kuda Tidur Sambil Berdiri? Ini Penjelasannya



Meski ditentang, warga yang mendukung tradisi ini mengaku  bahwa Las Luminarias telah menjadi tontonan yang terlalu banyak dalam beberapa tahun terakhir. Sebelumnya, semak dan cabang pinus yang digunakan untuk menyalakan api biasanya jauh lebih kecil, tetapi sekarang mereka dibawa oleh truk, dan apinya jauh lebih besar untuk mengesankan penonton.

Namun ada pula warga yang lebih memilih untuk kembali ke cara lama, dimana hewan berjalan di atas api yang lebih kecil, bukan melompati api.

Video terkini:

Video Terkait