Raup Untung dengan Jualan Merpati Pelangi yang Sedang Tren

Ilustrasi merpati pelangi yang bikin pedagang Malaysia ini raup keuntungan. (Malay Mail)

Penulis: Gloria, Editor: Reza P - Selasa, 1 Februari 2022 | 17:05 WIB

Sariagri - Burung pelangi menjadi incaran di Malaysia pasca dijual oleh seorang pedagang bernama Ismail Che Daud (55).

Melansir Malay Mail, burung jenis merpati ini menjadi perhatian publik pasca Ismail mewarnai bulu-bulu mereka dengan warna pelangi.

Ide merpati pelangi ini hadir ketika bisnisnya tengah merosot selama musim hujan tahun 2021.

"Merpati biasanya hanya memiliki satu nada warna yaitu putih, abu-abu, coklat atau hitam dan seiring waktu burung yang sebagian besar monokrom hanya menarik penjualan yang buruk," ujarnya.

Saat merpati masih satu warna, Ismail mengatakan hanya bisa menjual dua hingga empat burung dalam sehari.

Dari situlah, kata Ismail, ide untuk mulai mewarnai merpati dimulai. Ia menangkap imajinasi masyarakat dengan campuran dua hingga tiga warna pada setiap burung. Dia membuat merpati tampak seperti pelangi.

Pemilihan warna dilakukan sesuai dengan tone warna dasar merpati serta menarik untuk dipandang.

Biasanya ia akan memilih perpaduan warna antara pink dan biru atau pink-merah dicampur dengan sejumput hitam untuk dilukis pada merpati dewasa.

Ketika mewarnai bulu burung, Ismail mengaku melakukannya dengan hati-hati. Dia juga menyebut cat tersebut tidak bersifat permanen.

"Sebelum menyemprotkan cat, saya akan menutup mata burung untuk memastikan cat hanya menempel pada bagian yang diinginkan. Cat yang digunakan tidak berbahaya karena tidak permanen dan hanya bertahan sekitar lima sampai enam bulan atau sampai burung merontokkan bulu lama untuk bulu baru," tuturnya.

Ismail menjelaskan, pembeli juga dapat membawa pilihan burung lain selain merpati seperti tekukur Jawa, merbuk, gembala kerbau, merbah kuning, ayam serama dan unggas hutan. Masing-masing dijual dengan harga RM15 hingga RM600.

Sejak membuat merpati pelangi, Ismail dapat menjualnya hampir 10 ekor sehari dengan pendapatan bulanan RM1000 per bulan. Merpati pun berasal dari pemasok di seluruh negara bagian dengan rata-rata 20 ekor merpati dalam waktu dua minggu.

Baca Juga: Raup Untung dengan Jualan Merpati Pelangi yang Sedang Tren
Ternak Merpati Hias, Pembudidaya Asal Pacitan Ini Untung Jutaan Rupiah per Bulan

"Bahkan beberapa merpati yang didapat ada yang jinak, yaitu walaupun dilepas ke lingkungan sekitar sebagai daya tarik masyarakat, tidak akan kabur walaupun terbang, akan kembali ke tempat asalnya (toko)," ucapnya.

Jika mendapatkan merpati liar, Ismail membutuhkan waktu satu bulan untuk menjinakkannya. Tekniknya, memberikan makan ketika burung merpati itu lapar.

Video Terkait