100 Tahun Kaligesing, Purworejo, Kembangkan Kambing Etawa Hingga Tingkat Nasional

Ilustrasi kambing etawa Kali Gesing (Foto: istimewa)

Editor: M Kautsar - Jumat, 28 Januari 2022 | 20:40 WIB

Sariagri - Sudah pernah dengar Kambing Kaligesing? Kamping spesies etawa yang sebenarnya bukan asli Indonesia itu sudah beberapa waktu terakhir diakui sebagai spesies galur sendiri bernama Kambing Kaligesing. Dan hari ini Kambing Kaligesing jadi kebangaan nasional karena kambingnya yang gagah dan berharga sangat tinggi.

Kaligesing adalah sebuah daerah di Purworejo, Jawa Tengah yang berada di ketinggian bukit Menoreh yang membentang sejak Kulon Progo, DIY, hingga Magelang, Jawa Tengah.

Dilansir dari Purworejo-connect.org, wilayah Kaligesing belum lama dihuni oleh manusia. Daerah yang sebelumnya masih berupa hutan lebat tersebut, baru pada tahun 1838, mulai dihuni oleh manusia dengan para Pangeran Yogyakarta yang memulainya.

Baru kemudian pada tahun 1924, Pemerintah Kabupaten Purworejo membuat suatu dorongan dengan mendatangkan kambing ras etawa dari India untuk mengembangkan ekonomi warga yang mayoritas bertani buah-buahan manggis dan durian. Memang sudah hampir 100 tahun mengembangkan kambing Kaligesing ini berarti kan.

Membuahkan hasil, impor kambing ras tawa tersebut sukses dianakpinakkan menggeser ras lokal dan bahkan hasilnya bisa diekspor di seluruh Hindia Belanda. Bayangkan, pada tahun 1936, nilai ekspor kambing etawa mencapai hampir 2 juta gulden.

Saat ini, hampir 100 tahun kambing etawa dikembangkan, galur Kambing Kaligesing diakui sebagai galur kambing  tersendiri dan diakui kualitasnya hingga pelosok negeri. Tak heran apabila kambing-kambing itu harganya cukup mahal. Bahkan untuk satu ekornya bisa setara dengan satu unit mobil.

“Saya pernah dengar belum lama ini ada yang jual kambing satu ekor Rp100 juta. Jadi memang di sini sudah biasa orang jual kambing harga segitu,” kata Mujoko, Kepala Desa Tlogoguwu, Kaligesing, dikutip dari Jatengprov.go.id pada tahun 2019.

Baca Juga: 100 Tahun Kaligesing, Purworejo, Kembangkan Kambing Etawa Hingga Tingkat Nasional
Pencurian Ternak di Blitar, 19 Ekor Kambing Raib Dalam Semalam

Selain itu, pertanian buah-buahan warga Kaligesing juga terus berkembang. Bahkan durian dari Kaligesing menjadi durian kebanggaan warga Daerah Istimewa Yogyakarta. Dan pesta durian tiap bulan Januari dihadiri oleh masyarakat dari seluruh DIY.

“Durian kaligesing enak, legit, dan harganya jauh lebih murah daripada durian impor,” kata Maya, salah satu penggemar durian Kaligesing, belum lama ini. Dilansir dari Purworejo-conncet.org, karena hasil pertanian dan peternakannya, perputaran uang di Kaligesing menjadi sangat tinggi. Mereka mampu membayar cicilan bank dalam tempo singkat. Rumah-rumah penduduk pun relatif bagus untuk ukuran pedesaan.

Video terkini:

Video Terkait