Cetak Rekor Perjalanan Terpanjang, Kelinci Ini Tempuh Perjalanan hingga 388 Km

Kelinci Artkik (Sciencenews)

Penulis: Rashif Usman, Editor: Tatang Adhiwidharta - Jumat, 28 Januari 2022 | 17:00 WIB

Sariagri - Seekor kelinci Arktik yang termasuk anggota Lepus arcticus di Kanada Utara telah mencetak rekor perjalanan terpanjang yang pernah tercatat di antara jenis kelinci lainnya. Kelinci yang menempuh perjalanan luar biasa ini adalah betina dewasa yang disebut BBYY.

Mengutip dari sciencenews, temuan ini dilaporkan oleh para peneliti dari Université du Québec à Rimouski (UQAR) dalam jurnal Ecology. Disebutkan bahwa spesies ini mampu berjalan hingga 388 km dalam 49 hari.

Joel Berger, ahli ekologi di Colorado State University di Fort Collins dan ilmuwan senior di Wildlife Conservation Society di Bronx, AS mengatakan bahwa temuan ini merupakan suatu yang menakjubkan.

"Memikirkan bahwa hewan kecil ini hidup dalam kondisi ekstrem seperti itu rata-rata sekitar delapan kilometer per hari selama tujuh minggu benar-benar mencengangkan," ujar Berger.

Kelinci Arktik yang memiliki berat kira-kira sama dengan kucing rumahan sekitar 4 kilogram adalah mangsa yang diinginkan rubah dan serigala di tundra.

Mengingat peran penting kelinci dalam jaring makanan Arktik, ahli ekologi mamalia Dominque Berteaux dari Université du Québec Rimouski ingin mengetahui bagaimana hewan bergerak melintasi lanskap gersang.

Pada tahun 2019, Berteaux dan rekannya menempelkan kalung pelacak satelit pada 25 kelinci yang ditangkap di dekat ujung utara Pulau Ellesmere di Nunavut, Kanada. Saat kelinci melompat dengan cepat, para peneliti tidak tahu makhluk itu memulai ekspedisi menakjubkan melintasi tundra.

Baca Juga: Cetak Rekor Perjalanan Terpanjang, Kelinci Ini Tempuh Perjalanan hingga 388 Km
Perawatan Kelinci Anggora, agar Tumbuh Sehat dan Tidak Cepat Mati

Umumnya, kelinci jenis ini menghabiskan hidup mereka di satu wilayah yang banyak ditemukan makanan. Menurut hasil pengamatan, sebagian besar kelinci Arktik melakukan perjalanan antara 113 dan 310 km. Namun, tidak ada yang mendekati BBYY.

Berteaux dan rekan peneliti lainnya berharap data dari BBYY dan kelinci lainnya dapat membantu menginformasikan strategi konservasi untuk ekosistem gurun kutub. 

Video Terkait