Fakta Sapi Limosin, Sapi Jumbo Incaran Presiden yang Berharga Fantastis

Ilustrasi sapi limosin (Wikimedia Commons)

Penulis: Tanti Malasari, Editor: M Kautsar - Rabu, 26 Januari 2022 | 14:10 WIB

Sariagri - Siapa yang tidak mengenal sapi limosin? Sapi yang dianggap sebagai sapi sultan ini, menjadi sapi yang diburu para artis hingga Presiden untuk dijadikan hewan kurban. Pada dasarnya sapi ini adalah sapi potong asal Perancis yang memiliki kualitas baik, dan merupakan sapi impor keturunan sapi Eropa (bos taurus) yang berkembang di Perancis Tengah, tepatnya di Provinsi Limousin.

Awal mulanya sapi ini dikenal sebagai sapi yang buruk dalam pertandingan dan memiliki bentuk yang tidak sebagus sapi lain. Kualitas susunya juga bisa dikatakan tidak bagus. Namun seiring perkembangan jaman kini ia justru disebut-sebut sebagai jenis sapi yang pekerja keras yang biasa hidup di lingkungan terbatas.

Seiring perkembangan jaman, sapi ini sudah tersebar dan banyak dikembangkan di sekitar 70 negara di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Di Indonesia sendiri, jenis sapi ini dihasilkan dari hasil persilangan antara jenis Ongole dan Brahman. Meski bibit awalnya adalah impor, tetapi sapi limosin telah populer dikembangkan oleh peternak lokal. Salah satu lokasi yang dijadikan peternakan sapi limosin berada di daerah lereng gunung merapi.

Karakteristik sapi limosin

1. Memiliki tanduk berwarna kuning kegelapan dan tipis.

2. Memiliki warna bulu emas-merah yang terang di bawah perut, paha dalam, mata, moncong, sekitar anus, dan ujung ekor.

3. Kulit limosin bebas dari pigmentasi, betisnya bisa berwarna cokelat kuning muda atau cokelat hitam pekat di usia dewasa.

4. Sapi betina bisa memiliki berat hingga 575 kilogram dan limosin jantan dewasa bisa memiliki berat hingga satu ton.

5. Tinggi limosin bisa mencapai 1,5 meter dengan panjang badan 1,75-1,95 meter

6. Termasuk breed sapi besar dan memiliki kerangka bertulang yang kuat.

7. Memiliki kepala kecil dan pendek dengan dahi lebar.

8. Memiliki leher yang pendek dengan moncong yang lebar.


Keistimewaan sapi limosin

Baca Juga: Fakta Sapi Limosin, Sapi Jumbo Incaran Presiden yang Berharga Fantastis
Program Sikomandan di Agam Mampu Lahirkan Anak Sapi Mencapai 4.970 Ekor



Waktu pertumbuhan limosin tergolong singkat. Mereka dapat bereproduksi setiap tahun setelah usianya menginjak tiga tahun, dengan masa bunting yaitu selama 280-285 hari.

Fertilitasnya cukup tinggi (98 persen), mudah melahirkan (99 persen), serta mampu menyusui dan mengasuh anak dengan baik. Selain itu proses penggemukan sapi ini juga terbilang cukup cepat, karena pertumbuhan berat badannya yang relatif lebih tinggi dibandingkan dengan sapi potong jenis lain, yakni sekitar 1,1 kg per hari.

Hal inilah yang menjadi keistimewaan dari sapi besar ini. Selain itu dagingnya juga dinilai lebih bagus, empuk, serta tanpa lemak sehingga cocok dijadikan olahan makanan.

Harga sapi limosin

Minat masyarakat Indonesia terhadap daging sapi tergolong cukup tinggi. Hal ini terbukti dengan banyak permintaan daging sapi yang meningkat tajam, terutama perayaan hari-hari besar. Tak heran jika bisnis ternak sapi menjadi usaha yang menjanjikan. Untuk limosin sendiri memiliki harga yang berbeda-beda.

Anakan limosin yang berumur 5-6 bulan saja, harganya sudah terbilang juga sudah tinggi, yakni menembus hampir 15 juta. Sedangkan yang middle low dimulai dari Rp 32 juta hingga Rp 35 juta dan sapi yang mencapai 1 ton, harganya berkisar Rp 50 juta sampai Rp 100 juta. Harga tersebut memang sebanding dengan kualitas daging limosin yang dihasilkan.


Sapi simental



Selain limosin, ada juga sapi unggul lain yang dimiliki Indonesia, yaitu sapi simental. Sapi ini merupakan tipe sapi dwiguna, yaitu jenis sapi potong dan sapi perah.

Saat lahir sapi ini memiliki bobot yang lebih kecil. Meski begitu, pertambahan bobot sapi simental per hari bisa mencapai 0,9 hingga 1,2 kilogram.

Bahkan sapi simental dewasa rata-rata berukuran 700-800 kilogram per ekor, bahkan ada sapi jantannya yang menembus 1,4 ton. Hal ini juga yang menjadikan sapi ini memiliki harga tinggi yaitu berkisar Rp 100 juta per ekor.

Meski sekilas tampak mirip karena mayoritas sama sama cokelat, ada beberapa perbedaan mendasar antara simental dan limosin. Pertama adalah warna, limosin umumnya berwarna coklat, sedangkan simental memiliki warna putih di kepala, sandung lamur, perut dan kaki. Kedua yaitu kepala. Kepala sapi simental umumnya lebih papak daripada sapi limosin yang cenderung runcing

Video Terkait