Cegah Stunting, Anak-anak Perlu Diberi Susu Sapi

Susu sapi segar ( Pixabay/ Wolfgang Ehrecke)

Editor: M Kautsar - Selasa, 25 Januari 2022 | 21:00 WIB

Sariagri - Guru besar Bidang Gizi Kesehatan Masyarakat sekaligus wakil ketua Pusat Kajian Gizi dan Kesehatan (PKGK) FKMUI, Prof. Dr. drg Sandra Fikawati, MPH menjelaskan bahwa selain ASI, susu sapi juga penting untuk mencegah stunting pada anak.

"Dalam upaya pencegahan dan pengendalian stunting, protein hewani mutlak dibutuhkan. Hal ini dikarenakan protein hewani memiliki kandungan asam amino esensial yang lengkap, yang berperan penting dalam proses tumbuh kembang anak," kata Sandra saat diskusi daring, Selasa (25/1).

Lebih lanjut, Sandra juga menjelaskan bahwa produk susu juga merupakan salah satu protein hewani yang paling efektif dalam menurunkan risiko stunting. Sebab susu dapat membantu pertumbuhan jaringan otot dan tulang serta mengandung hormon yang baik untuk tumbuh kembang anak.

"Produk susu merupakan salah satu protein hewani yang dinilai paling efektif dalam menurunkan risiko stunting, dibandingkan dengan protein hewani lainnya. Meskipun demikian perlu diingat bahwa asupan protein hewani dan jenis makanan lainnya yang bervariasi tetap penting untuk dipenuhi," jelas Sandra.

Baca Juga: Cegah Stunting, Anak-anak Perlu Diberi Susu Sapi
Agroeduwisata Cibugary, Peternakan Sapi Perah di Tengah Padatnya Jakarta



"Susu juga membantu tubuh membangun jaringan otot dan tulang ketika berada dalam fase pemulihan. Kemudian juga mengandung hormon, nah ini juga yang sangat penting kalau kita bicara mengenai stunting," tambahnya.

Oleh sebab itu, Sandra pun mengimbau agar masyarakat tetap memberikan susu kepada anak-anak meskipun sudah terlepas dari masa pemberian ASI. Tak hanya itu, Sandra juga mengatakan bahwa sebaiknya orang dewasa pun juga ikut mengonsumsi susu.

"Manfaat susu bagi manusia juga sudah disampaikan di beberapa kitab suci. Jadi tidak ada alasan kalau kita tidak mau memberikan susu kepada anak. Bahkan sampai dewasa pun susu itu menjadi sangat penting," ujarnya.

Video terkini:

Video Terkait