Kesulitan Berdiri dan Menyusui, Jerapah Berusia 2 Hari Ini Terpaksa Disuntik Mati

Ilustrasi jerapah (Pexels)

Penulis: Rashif Usman, Editor: M Kautsar - Senin, 24 Januari 2022 | 19:20 WIB

Sariagri - Seekor jerapah berusia dua hari telah di-eutanasia atau terpaksa disuntik mati di Taman Safari Kebun Binatang San Diego, Amerika Serikat setelah mengalami kesulitan berdiri dan menyusui.

Taman Safari Kebun Binatang San Diego mengumumkan kematian jerapah Masai jantan yang tidak disebutkan namanya pada 20 Januari dengan perasaan 'berat hati'.

Dalam sebuah posting Facebook, taman Safari Kebun Binatang San Diego mengungpakan bahwa setelah kelahiran, spesialis perawatan satwa liar melihat penurunan kondisi anak jerapah tersebut.

Tim dokter hewan memperhatikan bahwa anak jerapah itu mengalami kesulitan berdiri dan menyusui. Anak jerapah itu kemudian dibawa ke Pusat Medis Hewan Harter, di mana staf dokter hewan menyediakan perawatan medis sepanjang waktu.

Namun, setelah mengobati kondisinya yang memburuk selama beberapa hari, pihak taman safari mengatakan bahwa pihaknya mengambil keputusan untuk menyuntik mati anak jerapah tersebut.

"Sayangnya, terlepas dari semua upaya, kondisinya terus memburuk, dan tim membuat keputusan penuh kasih untuk menyuntik mati anak jerapah itu," tulis taman safari dalam postingan Facebooknya, dikutip dari Newsweek.

Pihak taman meminta para pembaca untuk menyampaikan belasungkawa kepada semua orang yang merasakan kehilangan yang sulit.

Baca Juga: Kesulitan Berdiri dan Menyusui, Jerapah Berusia 2 Hari Ini Terpaksa Disuntik Mati
China Waspadai Hewan Liar yang Rentan Kena COVID-19, Varian Baru?

Sebagai informasi tambahan, ada 35.000 jerapah Masai yang tersisa di alam liar. Dalam 30 tahun terakhir, populasi mereka telah turun hampir 50 persen.

Jerapah Masai dinyatakan terancam punah pada tahun 2019. Di alam liar, jerapah Masai hidup di sabana Kenya dan Tanzania di Afrika timur.

Video Terkait