700 Burung Perkutut se- Nusantara Adu Kicau di Piala Walikota Pasuruan Cup 2022, Siapa Paling Gacor?

Lomba burung se-Nusantara. (Sariagri/Arief L)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Senin, 24 Januari 2022 | 14:20 WIB

Sariagri - Setelah hampir 2 tahun tidak berjumpa akibat pandemi COVID-19, kini ratusan pecinta dan penghobi burung perkutut dari seluruh pelosok nusantara bisa kembali dipertemukan dalam ajang lomba di Kota Pasuruan, Jawa Timur.

Ketua Panitia Pelaksana, Syakib Constantin mengatakan lomba kicau burung perkutut ini digelar dalam rangka memperebutkan piala Wali Kota Pasuruan 2022. Selain itu untuk kembali menyambung talisilaturahmi antar peserta dari berbagai daerah, sekaligus membangkitkan kembali gairah para pecinta kung mania serta untuk menaikkan harga jual burung perkutut.

“tidak hanya bertujuan menyambung komunikasi dan tali silaturahmi, namun juga untuk membangkitkan kembali gairah pasar penjualan burung perkutut yang banyak dibudidayakan para pecinta kung mania, sekaligus kembali menghidupkan pariwisata di pasuruan yang selama ini dikenal sebagai madinah van java,” terang Ketua Panitia Pelaksana, Syakib Constantin kepada Sariagri, Minggu (23/1/2022).

Syakib menyebutkan dalam lomba kali ini ada sekitar 700 ekor burung perkutut yang memeriahkan acara. Ratusan burung perkutut itu milik 300 peserta yang berasal dari dari Jawa Timur terbanyak, kemudian disusul Jawa Tengah, Kalimatan hingga Bali.

“Lomba burung perkutut Wali Kota cup 2022, yang digelar di lapangan Kelurahan Mandaranrejo, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan diikuti peserta dari Jakarta, Semarang, Bali, Madura, Kalimantan, dan terbanyak dari Jawa Timur,” ujarnya.

Lebih jauh, Syakib merinci lomba ini dibagi 4 sesi dengan durasi lomba selama 40 menitan dan akan dinilai berdasarkan suara depan, tengah dan belakangMenurutnya ada 4 kategori lomba burung perkutut yakni kelas dewasa senior dengan umur 8 bulan keatas, kelas dewasa junior umur diatas 6 bulan, kelas piyek junior umur 5  dan 6 bulan serta kategori piyek hanging yakni usia 3 sampai 4 bulan.

“Empat kategori yang dilombakan yakni perkutut dewasa senior, junior, piyek junior dan piyek hanging. Paling bergengsi dalam lomba ini yaitu perkutut senior, karena diantara peserta ada perkutut senilai ratusan juta rupiah yang ikut tampil dalam even lomba kali ini,” kata dia dengan wajah sumringah.

sementara itu, salah satu peserta lomba, Taufik mengatakan dalam mengikuti lomba ini, dibutuhkan beberapa persiapan diantaranya menjaga kesehatan burung perkutut dengan memberikan nutrisi agar tetap fit saat akan bertanding dan terapi dengan mengelus punggung burung.

“Selain pemberian nutrisi rutin tertutama satu bulan jelang lomba, perlu juga diberikan terapi sentuhan pada bagian pungung dan sayap burung agar terjadi komunikasi batin antara burung perkutut yang dilombakan dengan pemiliknya,” ujar Taufik, pecinta burung perkutut asal Semarang.

Ia mengatakan dalam even ini ia mengikutkan 3 ekor burung perkutut dewasa senior, salah satu andalannya burung senilai  Rp150 juta miliknya. Jika juara nantinya berhasil juara, ia berharap burung miliknya tersebut bisa terdongkrak penjualannya.

"Ya, harapannya seperti itu. kalau juara pasti harga jualnya bisa naik 3 atau 4 kali lipat. saya juga pengennya bernasib seperti rekan saya dari Majalengka, Jawa Barat yang lolos juara nasional beberapa tahun lalu dan burung perkututnya laku terjual Rp700 juta," tandasnya penuh harap.  

Video Terkait



Baca Juga: 700 Burung Perkutut se- Nusantara Adu Kicau di Piala Walikota Pasuruan Cup 2022, Siapa Paling Gacor?
Mengenal Perkutut Lokal, Burung yang Punya Suara Merdu dan Hal Mistis