Tanda-tanda Sembelit Kucing dan Cara Mengobatinya

Ilustrasi kucing. (pixabay)

Editor: Dera - Senin, 24 Januari 2022 | 17:00 WIB

Sariagri - Sembelit pada kucing bisa menimbulkan gangguan kesehatan yang cukup serius. Serangan sembelit yang berulang adalah kondisi tidak normal dan jika tidak diobati dapat berkembang dan membahayakan. 

Melansir Catster.com. Dr. Arnold Plotnick selaku pendiri Manhattan Cat Specialists dan juga penulis The Original Cat Fancy Cat Bible mengatakan ada banyak kemungkinan penyebab sembelit kucing.

Dehidrasi bisa menjadi penyebab utama sembelit. Penyakit yang menyebabkan kucing mengalami dehidrasi antara lain diabetes, penyakit ginjal, tiroid yang terlalu aktif dan semua penyakit itu dapat menjadi faktor penyebab sembelit.

Artritis juga dapat menyebabkan konstipasi atau sembelit, karena kucing yang terkena mungkin mengalami kesulitan masuk ke kotak kotorannya yang menyebabkan retensi tinja. Selain itu perubahan pola makan juga bisa menjadi penyebabnya. Misalnya kucing beralih dari makanan kaleng ke makanan kering.

Tanda-tanda sembelit pada kucing

Beberapa kucing menunjukkan tanda-tanda sembelit, kondisi ini ditemukan ketika pemiliknya menyadari jumlah kotoran kucing di kotak pasir berkurang dari biasanya, atau melihat tinja yang sangat kecil, keras, dan kering di dalam kotak. Sembelit biasanya menyebabkan kotoran menjadi sangat kering.

Kucing akan terlihat tegang untuk buang air besar. Mereka berjongkok di atas kotak pasir, sesekali menatap lurus ke depan dan terlihat tidak nyaman atau kesakitan saat mengeluarkan kotoran. X-ray usus besar dapat dilakukan untuk memastikan diagnosis dan menilai tingkat keparahan konstipasi.

Cara mengatasi sembelit kucing

Rehidrasi kucing dan menjaga hidrasi adalah komponen kunci dari terapi. Menambahkan air hangat atau air dengan tambahan jus tuna ke dalam makanan kaleng akan menghasilkan kaldu yang dapat dijilat oleh kucing, hal ini bisa menjadi cara efektif untuk memasukkan lebih banyak air ke dalam makanan.

Pencahar mungkin diperlukan untuk meningkatkan kadar air tinja, serta membantu melumasi tinja sehingga lebih mudah keluar. Cara lain adalah melakukan modifikasi diet. Jika kucing makan makanan kering, bisa beralih ke makanan kaleng.

Menambahkan serat ke dalam makanan. Ini dapat dilakukan dengan mencampurkan sumber serat ke dalam makanan biasa kucing (dedak atau psyllium), bisa juga dengan memberi makan resep diet yang telah diformulasikan untuk memiliki serat tambahan.

Sebagian besar kasus sembelit pada kucing bersifat ringan dan sementara. Namun, jika kucing terus kesulitan saat buang air besar dan mengeluarkan kotoran yang keras atau bahkan mereka tidak buang air besar selama 48 jam hingg 72 jam, kunjungi dokter hewan.

Monitor untuk Megacolon

Ketika sembelit berlanjut atau gagal merespon pengobatan, gangguan dapat mengarah ke kondisi yang disebut megakolon, di mana usus besar menjadi melebar dan tidak dapat berkontraksi dan mendorong tinja dengan kekuatan sebanyak sebelumnya.

Seiring berjalannya waktu, enema sesekali mungkin diperlukan, yaitu memasukkan cairan ke dalam usus besar, untuk meningkatkan kadar air dari tinja merangsang usus besar untuk berkontraksi, mendorong eliminasi.

Meskipun pemilik dapat dilatih untuk memberikan enema pada kucing mereka di rumah, sebagian besar kucing tidak terlalu patuh, aehingga prosedur ini biasanya dilakukan oleh staf terlatih di kantor dokter hewan.

Sayangnya untuk kucing dengan megakolon, kebutuhan akan enema sering membuat kucing tidak lagi merespon terapi medis sama sekali.

Pada titik ini, perawatan bedah menjadi satu-satunya pilihan. Operasi yang disebut kolektomi subtotal, melibatkan pengangkatan sebagian besar usus besar. Meskipun ini adalah operasi besar, sebagian besar kucing merespons prosedur dengan baik.

Baca Juga: Tanda-tanda Sembelit Kucing dan Cara Mengobatinya
Peringati Hari Rabies Sedunia, Daerah Ini Gelar Vaksinasi Hewan Gratis

Pasca operasi, sejumlah besar kucing ini akan mengalami diare. Namun, setelah beberapa minggu, kebanyakan kucing mulai mengeluarkan kotoran dan kembali ke kehidupan normal.

"Dalam karir saya, mungkin telah merujuk sekitar 10 kucing ke pusat rujukan untuk operasi ini, sebagian besar merespons dengan baik," ujar Dr Arnold Plotnick. 

Video Terkait