Sumbang Inflasi Pangan Besar, Ini Strategi AS Tekan Harga Daging di Dalam Negeri

Ilustrasi - Peternakan sapi. (Pxhere)

Editor: Arif Sodhiq - Jumat, 21 Januari 2022 | 15:20 WIB

Sariagri - Pemerintah Amerika Serikat (AS) akan menyuntikkan dana untuk meningkatkan persaingan industri daging di negara itu. Strategi ini merupakan upaya untuk menurunkan harga daging di AS yang selama tahun 2021 melonjak 14,8 persen dan menjadi penyumbang inflasi pangan 6,3 persen.

"Seperti yang saya katakan, Anda memiliki keadaan di mana orang membayar lebih untuk satu pon daging hamburger daripada yang pernah mereka bayarkan. Salah satu alasannya adalah anda memiliki empat produsen besar yang mengendalikan semuanya," ujar Presiden AS, Joe Biden dalam konpers, dikutip Successful Farming, Rabu (19/1/2022).

Biden mengumumkan empat poin rencana awal bulan Februari ini untuk meningkatkan persaingan industri daging di AS, termasuk pinjaman usaha hingga 1 miliar dolar AS dan dana hibah untuk meningkatkan jumlah pengolah daging independen, penegakan hukum anti monopoli secara menyeluruh, memberi produsen lebih banyak aturan fair play USDA yang lebih ketat dan mendorong reformasi pasar ternak oleh kongres.

Selain itu, Biden juga menandatangani perintah eksekutif pada tahun 2021 dengan mengarahkan badan federal untuk mendukung persaingan usaha perdagingan di AS.

"Anda akan melihat semakin banyak pengolah daging skala kecil yang masuk dan terlibat dalam pembelian dan penyediaan akses ke daging yang jauh lebih murah daripada yang ada sekarang," kata Biden.

Baca Juga: Sumbang Inflasi Pangan Besar, Ini Strategi AS Tekan Harga Daging di Dalam Negeri
Pemerintah Jamin Ketersediaan Produk Ternak



Joe Maxwell, aktivis pertanian menyerukan moratorium penggabungan pangan dan agribisnis.

"Solusi jangka panjang kami juga memerlukan pembaharuan undang-undang antimonopoli untuk pertanian, makanan dan ritel," kata Maxwell.

Video:

Video Terkait