Mengapa Burung Suka Bermigrasi? Ini Jawabannya

Kawanan burung bermigrasi.(Pixabay)

Editor: Arif Sodhiq - Rabu, 19 Januari 2022 | 08:00 WIB

Sariagri - Banyak faktor yang mempengaruhi hewan melakukan migrasi dari wilayah lama ke lingkungan baru. Misalnya burung yang melakukan migrasi akibat pengaruh iklim atau ketika memasuki musim kawin.

Perjalanan burung sejauh ratusan bahkan ribuan mil dari sarangnya menuju tempat baru tidak mudah  karena harus menghadapi rintangan dan bahaya.

Namun dari semua faktor itu, tujuan utama burung bermigrasi demi kelangsungan hidup, baik untuk individu maupun koloninya.

Berikut sejumlah faktor penyebab burung melakukan migrasi dari suatu wilayah ke lingkungan baru, seperti dikutip dari The Spruce Garden:

Mencari sumber makanan baru

Secara umum, salah satu pendorong utama di balik migrasi burung adalah kelangkaan makanan. Jika sekelompok burung tinggal di daerah tropis yang sama sepanjang tahun, makanan akan menjadi langka dan pembiakan tidak terganggu karena induk burung kekurangan gizi dan kelaparan. Namun seiring dengan berkembangnya sumber makanan di wilayah lain, jutaan burung bermigrasi ke kesana. 

Saat persediaan makanan di tempat baru berkurang saat musim gugur, kawanan burung kembali ke daerah tropis yang telah terisi kembali dengan sumber makanan. Pola migrasi untuk mencari makan ini berlaku tidak hanya untuk burung migran neotropis, tetapi juga burung migran jarak pendek yang hanya dapat bergerak terbatas untuk mengejar sumber makanan musiman.

Kelangkaan makanan juga dapat memaksa burung untuk mencari makanan ke tempat jauh di luar pola migrasi. Bahkan burung yang biasanya tidak bermigrasi dapat bepergian lebih jauh ketika kelaparan mengancam.

Bermigrasi selama musim kawin

Selama ribuan tahun, burung telah mengembangkan pola migrasi dengan menyebar ke seluruh dunia hanya untuk berkembang biak. Burung akan memilih lokasi yang cocok untuk membesarkan anaknya dan meningkatkan kemungkinan keturunan yang sehat.

Faktor yang mendorong burung mencari lokasi baru untuk berkembang biak adalah sumber makanan melimpah, habitat aman dari predator, dan perlindungan dari koloni yang lebih besar.

Seekor burung laut Arktik bahkan bisa melakukan perjalanan 49.700 mil dalam setahun antara tempat berkembang biak di Kutub Utara dengan Antartika. Perjalanan tahunan mereka merupakan pola migrasi burung terpanjang di dunia.

Perubahan iklim

Burung memiliki bentuk pertahanan diri terhadap perubahan iklim dengan menumbuhkan jenis bulu berbeda di setiap musimnya. Namun itu saja tidak cukup,  banyak burung yang meninggalkan sarangnya menunju wilayah baru yang relatif lebih aman untuk bertahan hidup dari cuaca ekstrim.

Menghindari predator

Habitat dengan sumber makanan berlimpah sepanjang tahun juga menarik lebih banyak predator yang dapat mengancam kelangsungan hidup burung.

Biasanya burung akan bermigrasi ke habitat berbeda untuk menghindari serangan predator dan memberikan anaknya kesempatan untuk hidup hingga dewasa.

Baca Juga: Mengapa Burung Suka Bermigrasi? Ini Jawabannya
Penyelundupan Ratusan Burung Melalui Bus Digagalkan Petugas Karantina

Banyak burung bahkan bermigrasi ke habitat khusus yang hampir tidak dapat dijangkau pemangsa, seperti tebing pantai yang curam atau pulau lepas pantai yang berbatu.

Wabah penyakit

Setiap kelompok besar burung yang hidup berdesakan dalam satu jenis habitat rentan terhadap parasit dan penyakit. Kondisi ini dapat memusnahkan ribuan burung dalam waktu singkat. Namun, burung yang menyebar ke lokasi berbeda memiliki peluang lebih kecil untuk menyebarkan penyakit ke seluruh populasinya, termasuk keturunan barunya.

Video:

Video Terkait