Di Masa Pandemi, Omzet per Pria Ini Capai Belasan Juta per Bulan dari Ternak Kelinci

Didi Kumis ternak kelinci lebih menguntungkan di masa pandemi. (Sariagri/Arief L)

Penulis: Tatang Adhiwidharta, Editor: Reza P - Senin, 17 Januari 2022 | 18:40 WIB

Sariagri - Budidaya kelinci yang ditekuni para peternak di Kota Batu, Jawa Timur, menjadi salah satu sektor usaha yang mampu bertahan di tengah pandemi COVID-19. Selain permintaan kelinci pedaging stabil, tren penjualan kelinci hias juga makin meningkat.

Kondisi tersebut, salah satunya dibuktikan oleh Didi Kumis (46 tahun), pemilik usaha peternakan Hadi Speed Rabbit's, di Jl. Saman, Dusun Cangar, Kelurahan Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.  

Ia menyebutkan permintaan bibit kelinci berbagai jenis per minggu bisa mencapai puluhan ekor dengan omset sekitar Rp3 juta. Sedangkan per bulan permintaan anakan kelinci bisa mencapai 150 ekor dengan pendapatan rata-rata Rp15 juta.

“Penjualan tertinggi tetap dipegang kelinci lokal pedaging, per minggu mencapai Rp5 juta. Sedangkan kelinci hias omzetnya setiap pekan sekitar Rp3 juta,” terang peternak kelinci, Didi Kumis kepada Sariagri, Senin (17/1).

Untuk mendapatkan kelinci pedaging berkualitas, imbuhnya, tak jarang ia mengembangkan teknik kawin silang untuk jenis kelinci potong dengan kelinci lokal.  Sedangkan untuk jenis kelinci hias yang paling banyak diminati yaitu Holandloop, Minilop, Rex,  Fujilop Amerika hingga kelinci satin.

“Permintaan paling banyak berasal dari Jakarta dan Bandung Jawa Barat. Untuk jenis Rex indukan saya biasa jual ke konsumen antara Rp750.000 sampai Rp1 juta, Kelinci Holandloop indukan super saya lepas Rp1 juta sampai Rp1,5 juta per ekor,” akunya.

Khusus untuk kelinci pedaging atau konsumsi, ia menyediakan jenis newzealand, felmish giant dan kelinci rambon. Keuntungan beternak kelinci, lanjutnya, selain pemeliharaan dan perawatan mudah, pakannya juga murah, yakni kombinasi sayuran dan buah.  

Baca Juga: Di Masa Pandemi, Omzet per Pria Ini Capai Belasan Juta per Bulan dari Ternak Kelinci
Terjun Sejak Tahun 2003, Abdi Susanto Ini Bagikan Kiat Sukses Budidaya Kelinci

Demi menjangkau pasar dan melebarkan sayap ke kalangan komunitas pecinta kelinci hias, Didi kini tengah melakukan penjajakan pengembang biakan kelinci impor jenis chesmere lop dan netherland drawf.

"Kedua jenis impor ini mulai banyak disukai pelanggan. Harga untuk anakannya di pasaran yang pure breed brood quality bisa mencapai Rp25.000 hingga Rp500.000 per ekor. Permintaan pasar untuk jenis ini sangat menjanjikan sekali,” tandasnya.

Video Terkait