Termotivasi Pidato Jokowi, Warga Lampung Beternak Kelajengking

Siswanto, peternak kalajengking. (Sariagri/Iwa K)

Editor: Dera - Minggu, 16 Januari 2022 | 22:00 WIB

Sariagri -  Bagi masyarakat awam, beternak kambing atau sapi tentu sudah sangat biasa kita dengar. Namun, bagaimana kalau binatang yang diternakkan adalah binatang paling beracun dan ditakuti di dunia seperti kalajengking?

Sangat tidak lazim memang, tetapi beternak kalajengking itu benar-benar dilakoni Siswanto dan keluarganya yang merupakan warga Desa Tunas Jaya, Kecamatan Gunung Agung, Kabupaten Tulang Bawang Barat, Lampung. Pria 36 tahun itu mulai beternak kalajengking sejak 2019 lalu.

Secara telaten ia merawat binatang yang bisanya sangat mematikan itu tanpa merasa takut. Setiap hari ia memberi makan kalajengking di sebuah tempat penangkaran buatan sendiri berbahan kayu.

“Butuh sekitar 5 kilogram jangkrik untuk makanannya, karena jumlah kalajengkingnya sudah ribuan bahkan mungkin puluhan ribu. Cari pakannya (jangkrik) itu yang susah, modalnya juga sangat besar, sehari minimal Rp250 ribu keluar,” ungkap Siswanto pada Minggu (16/1/2022).

Siswanto, peternak kalajengking. (Sariagri/Iwa K)
ternak kalajengking. (Sariagri/Iwa K)

Mengapa Siswanto nekat beternak kalajengking? ia mengatakan termotivasi beternak kalajengking setelah mendengar pidato Presiden Joko Widodo pada 2018 lalu.

Baca Juga: Termotivasi Pidato Jokowi, Warga Lampung Beternak Kelajengking
Jutaan Lebah Madu Ternak di Daerah Ini Menghilang Secara Misterius

“Saat itu saya mendengar bahwa Presiden Jokowi bilang harga racun kalajengking sangat mahal. 1 liter bisa kalajengking dihargai hingga Rp145 miliar,” katanya.

Setelah itu pada 2019 ia mulai mencari bahan kalajengking di hutan untuk diternak. Meski awalnya mendapat cibiran hingga tatapan heran banyak orang, ia bergeming dan tetap melanjutkan niatnya beternak kalajengking, hingga kalajengkingnya kini mencapai puluhan ribu ekor.

Video Terkait