Luar Biasa, Ulat Ini Mengandung Protein Lebih Tinggi Dibanding Sapi dan Ayam

Ilustrasi ulat huhu. (pixabay)

Editor: Dera - Minggu, 16 Januari 2022 | 11:00 WIB

Sariagri - Makanan kaya protein yang bersumber dari serangga mungkin sudah sering kita dengar dan memang sudah banyak dikonsumsi, terutama di beberapa negara Asia. Sebuah penelitian bahkan menunjukkan sejenis ulat yang ternyata kaya akan protein, bahkan lebih tinggi dibanding protein daging sapi, domba atau ayam.

Seorang mahasiswa PhD ilmu pangan bernama Ruchita Rao Kavle, meneliti nilai gizi ulat Huhu asli Selandia Baru, yang secara tradisional dikenal karena kandungan lemaknya yang tinggi. Penelitian Rao Kavle memang mendukung hal tersebut, tetapi yang sangat menarik baginya adalah kandungan protein yang tinggi di keempat tahap perkembangan ulat tersebut.

Menurut hasil penelitiannya, kandungan protein ulat Huhu tersebut berkisar antara 26,2 persen hingga 30,5 persen, lebih tinggi jika dibandingkan dengan sumber protein umum lainnya seperti daging sapi (21 persen), domba (20,3 persen), ayam (17,4 persen), kedelai (13 persen), dan buncis (20,5 persen). persen).

"Kami juga menemukan bahwa ulat Huhu kaya akan mineral penting, yang semuanya memainkan peran penting dalam kesehatan dan nutrisi manusia. Di mana yang paling melimpah adalah mangan, magnesium, fosfor, besi, tembaga, dan seng," ujarnya, seperti dikutip rnz.co.nz.

Baca Juga: Luar Biasa, Ulat Ini Mengandung Protein Lebih Tinggi Dibanding Sapi dan Ayam
Pemerintah Jamin Ketersediaan Produk Ternak

Rao Kavle mengatakan, penelitiannya menunjukkan bahwa orang dengan berat badan 60 kilogram (kg) dapat memenuhi kebutuhan protein harian mereka dengan makan 170 gram (75 rekor) ulat Huhu. Jumlah ini menurutnya setara dengan 230 gram daging sapi.

Penelitian yang telah diterbitkan dalam International Journal of Food Science and Technology ini, menggunakan ulat huhu liar yang dipanen dari lokasi hutan pinus di Dunedin. Namun sejauh ini, ulat Huhu belum tersedia secara komersial di Selandia Baru, seperti halnya serangga di pasar-pasar atau rumah makan di Asia.

Video Terkait