Magawa, Tikus Pahlawan Pelacak Ranjau Darat Tutup Usia

Magawa tikus pahlawan pelacak ranjau darat tutup usia. (Twitter)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Jumat, 14 Januari 2022 | 10:45 WIB

Sariagri - Seekor tikus, Magawa yang dianugerahi medali emas untuk kepahlawanan membersihkan ranjau darat mematikan di pedesaan Kamboja telah mati, pada Selasa (11/1/2022). Tikus raksasa Afrika yang berasal dari Tanzania itu telah membantu membersihkan sekitar 225.000 meter persegi tanah dari ranjau darat, atau setara dengan 42 lapangan sepakbola, selama kariernya.

Setelah mendeteksi lebih dari 100 ranjau darat dan bahan peledak lainnya, Magawa pensiun pada Juni tahun lalu. Tikus itu meninggal dengan "damai" akhir pekan ini pada usia delapan tahun, kata badan amal Belgia APOPO yang melatihnya.

APOPO mengatakan, Magawa dalam keadaan sehat dan menghabiskan sebagian besar minggu lalu bermain dengan antusias seperti biasanya. Namun, jelang akhir pekan "dia mulai melambat, lebih banyak tidur siang dan menunjukkan minat yang berkurang pada makanan di hari-hari terakhirnya," kata badan amal itu.

APOPO melatih Magawa untuk mendeteksi senyawa kimia dalam bahan peledak dengan menghadiahinya dengan camilan lezat favoritnya, pisang dan kacang. Ia akan memperingatkan para penjinak ranjau dengan menggaruk tanah setelah menggunakan "indera penciumannya yang luar biasa".

Magawa mampu menutupi area seukuran lapangan tenis dalam 30 menit, sesuatu yang akan memakan waktu empat hari jika menggunakan detektor logam konvensional.

Pada September 2020, hewan pengerat itu memenangi penghargaan hewan yang setara dengan kehormatan sipil tertinggi Inggris untuk keberanian karena kemampuannya yang luar biasa untuk mengungkap ranjau darat dan persenjataan yang tidak meledak.

Magawa merupakan tikus pertama yang menerima medali dari badan amal veteriner Inggris PDSA dalam 77 tahun penghargaan, bergabung dengan sekelompok anjing pemberani, kucing, dan bahkan merpati.

Baca Juga: Magawa, Tikus Pahlawan Pelacak Ranjau Darat Tutup Usia
Mantan Petinju Beternak Tikus Putih, Omzet per Pekan Rp17 Juta

Jutaan ranjau darat diletakkan di Kamboja selama hampir tiga dekade perang saudara di negara itu yang berakhir pada tahun 1998, menyebabkan puluhan ribu korban.

Tiga penjinak ranjau Kamboja tewas pada hari Senin oleh ranjau darat anti-tank yang meledak ketika mereka mencoba untuk memindahkannya. Kejadian itu terjadi hanya 20 menit setelah seorang pria yang membakar tumbuh-tumbuhan di pertaniannya tewas akibat persenjataan era perang di desa yang sama.

Video Terkait