Dinas Pertanian Denpasar Tertibkan Penjual HPR Antisipasi Penularan Rabies

Petugas Dinas Pertanian Kota Denpasar memantau jual beli satwa di Pasar Satrya Kota Denpasar. (Antara/HO-Humas Pemkot Denpasar)

Editor: Arif Sodhiq - Rabu, 12 Januari 2022 | 19:30 WIB

Sariagri - Dinas Pertanian Kota Denpasar, Bali melakukan sosialisasi dan penertiban penjual hewan penular rabies (HPR) di Pasar Burung Satria Kecamatan Denpasar Timur. Langkah itu sebagai antisipasi penyebaran rabies dan menertibkan penjualan satwa liar di Kota Denpasar.

"Kegiatan yang dilakukan dengan melibatkan tim gabungan ini merupakan upaya berkelanjutan untuk mendukung antisipasi penyebaran rabies serta menertibkan penjualan satwa liar di Kota Denpasar," ujar Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kota Denpasar I Made Ngurah Sugiri.

Ngurah Sugiri mengatakan dalam kegiatan itu seorang penjual hewan diberikan teguran dan surat pernyataan karena kedapatan menjual monyet jenis Kera Ekor Panjang. Sedangkan kios lainnya diberikan pembinaan dan sosialisasi untuk tidak menjual satwa liar berstatus HPR.

Penertiban itu, lanjut dia, merupakan upaya berkelanjutan untuk mendukung terciptanya proses perdagangan sesuai aturan. Berdasarkan pemantauan lapangan, ditemukan adanya jual beli satwa liar berstatus HPR.

"Kegiatan ini merupakan upaya untuk mengatur dan mengawasi peredaran HPR sesuai dengan Perda Nomor 5 Tahun 2019 tentang Penanggulangan Penyakit Rabies di Kota Denpasar, kebetulan saat ini kita fokus pada kera yang merupakan satwa liar berstatus HPR," katanya.

Dia menegaskan pemantauan peredaran satwa liar berstatus HPR di pasar hewan Kota Denpasar akan terus dilakukan. Pihaknya tidak segan memberikan sanksi tegas sesuai Perda.

Baca Juga: Dinas Pertanian Denpasar Tertibkan Penjual HPR Antisipasi Penularan Rabies
Waspada, Flu Burung Telah Menyebar di Eropa dan Asia

“Kami imbau kepada penjual agar senantiasa memperhatikan dan menerapkan aturan yang berlaku, sehingga saat berjualan tidak lagi tersandung masalah, kami juga mengimbau kepada penjual satwa yang berstatus HPR, seperti anjing, kucing dan kera, agar senantiasa memperhatikan kesehatan hewan," jelasnya.

Seorang pemilik kios, Agus Ali mengaku sanggup tidak lagi menjual satwa kera Ekor Panjang setelah dilakukan penertiban.

"Kami tak akan menjual lagi. Ini sudah diperingati, diberikan waktu satu kali 24 jam untuk tidak menjual lagi. Jadi kita tidak menjual lagi, kita jual yang boleh saja,” katanya.

Video:

Video Terkait