Mantan Petinju Beternak Tikus Putih, Omzet per Pekan Rp17 Juta

Mantan petinju kelas bulu, Suwaji beternak tikus. (Foto Sariagri/Arief L)

Penulis: M Kautsar, Editor: Reza P - Rabu, 12 Januari 2022 | 13:50 WIB

Sariagri - Bagi sebagian besar orang, tikus dianggap sebagai binatang kotor dan menjijikkan. Namun di tangan Suwaji (55 tahun) seorang mantan petinju kelas bulu nasional era 80-an, binatang pengerat ini mampu menjadi sumber penghidupan bagi keluarganya. 

Pascagantung sarung tinju 13 tahun silam, Suwaji langsung menambatkan hati berternak tikus putih. Ia mengubah lahan kosong di belakang rumahnya di kawasan Jalan Sudimoro, Kelurahan Tunjungsekar, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur menjadi petak kandang peternakan tikus putih. 

Saat mengawali usaha barunya itu, dia membeli tiga ekor indukan tikus putih masing-masing 1 pejantan dan 2 ekor betina. Tak membutuhkan waktu lama, tikus putih miliknya berkembang pesat menjadi ribuan ekor.

Tingginya kebutuhan pasar terutama kedokteran dan farmasi akan obyek uji coba menggunakan tikus putih, membuat usaha peternakan yang dirintisnya menuai untung berlipat.

Mantan petinju kelas bulu, Suwaji beternak tikus. (Foto Sariagri/Arief L)
Mantan petinju kelas bulu, Suwaji beternak tikus. (Foto Sariagri/Arief L)

Dia mengatakan banyak mahasiswa fakultas kedokteran dan farmasi yang membutuhkan tikus putih sebagai objek praktek bedah di bangku kuliah atau bahan penelitian pengobatan penyakit menular pada manusia. Walhasil, peternakan tikus putih sebagai bisnis menjanjikan.

“Tidak semua peternak atau orang mau terjun menekuni bisnis ini. mendengar nama tikus banyak yang jijik. Peluang ini saya tangkap dan kembangkan, pasar pertama yang membutuhkan tikus putih yakni kedokteran sebagai hewan uji coba,” kata Suwaji kepada Sariagri, Selasa (11/1).

Tak berhenti sampai di situ, pemasaran tikus putih makin terbuka lebar, tatkala Suwaji membuka komunikasi dengan sejumlah komunitas pecinta reptil dan ular di Kota Malang. “Pintu rejeki saya makin terbuka, tatkala mengenal anggota pecinta reptile dan ular yang membutuhkan suplai tikus putih untuk memenuhi kebutuhan makanan hewan peliharaan mereka,” ujarnya.

Ternak tikus putih Suwaji semakin berkembang pesat tatkala dia berhasil menembus manajemen sebuah kebun komplek taman rekreasi keluarga dan kebun binatang di Kota Batu.

“Sedikitnya 700 ekor tikus putih wajib saya setor per 1 pekan ke taman rekreasi dan kebun binatang yang memiliki koleksi satwa burung hantu, ular, dan reptil. Jumlah tersebut diluar pemenuhan kebutuhan pakan masing-masing anggota komunitas yang saya sebutkan tadi dan kini tersebar di sejumlah kota di Jawa Timur. Permintaan meningkat seribu ekor perminggu," kata dia.

Mantan petinju kelas bulu, Suwaji beternak tikus. (Foto Sariagri/Arief L)
Mantan petinju kelas bulu, Suwaji beternak tikus. (Foto Sariagri/Arief L)

Ada tiga macam tikus putih berdasarkan ukuran yang diminati pelanggan. Mulai dari mencit (Mus musculus), wistar (Rattus norvegicus) hingga tikus rumahan.

Harga mencit dijual antara Rp2.000 hingga Rp4.000 per ekor, sedangkan wistar dihargai Rp17.500 sampai Rp25.000 per ekor. Sedangkan tikus rumahan untuk kualitas breeding biasa dijual Rp100.000 per ekor.

“Tikus rumahan berbulu abu-abu yang banyak dijumpai di kawasan perumahan warga ini paling mahal harganya. Meski permintaan tinggi, sayangnya tikus jenis rumahan ini lebih susah ditangkarkan dibandingkan tikus putih,” ucapnya.

Di tengah permintaan yang terus naik, saat ini Suwaji mengaku kewalahan memenuhi permintaan pasar. Jumlah indukan tikus dan pekerja menjadi kendala utama pengembangan usaha miliknya.

Baca Juga: Mantan Petinju Beternak Tikus Putih, Omzet per Pekan Rp17 Juta
Raup Omzet Rp24 Juta per Bulan, Pria asal Tuban Ini Sukses Beternak Jangkrik

Dari menekuni usaha ini, per pekan Suwaji mampu meraup omzet mencapai Rp17 juta atau per bulan mencapai sekitar Rp68 juta. 

“Pasarnya sangat besar, jika ada yang berminat terjun di usaha ini bisa belajar ke tempat saya. Kendala terbesar adalah pengadaan indukan dan tenaga kerja, sebab tidak banyak pekerja yang berani kasih pakan tikus atau merawatnya,” tandasnya penuh senyum.

Video Terkait