Budidaya Katak Lembu, Bisnis Peternakan Menggiurkan di Musim Hujan

Budidaya katak lembu bisnis peternakan menggiurkan di musim hujan.(Sariagri/Arief L)

Editor: Arif Sodhiq - Senin, 10 Januari 2022 | 15:00 WIB

Sariagri.id - Musim penghujan menjadi iklim paling sesuai bagi petani katak lembu atau bullfrog di Desa Kaliwining, Kecamatan Rambipuji, Kabupaten Jember, Jawa Timur untuk mengembangkan budidaya hewan itu. Hasil perkawinan katak lembu jantan dari Amerika Latin dengan indukan betina asal Taiwan bisa memacu produksi hingga 100 persen.

Kondisi ini mampu mendongkrak tingginya permintaan dari sejumlah konsumen khususnya pelanggan restoran Tionghoa di sejumlah kota besar di Indonesia. Salah satunya dirasakan Sumali (48) petani katak lembu yang siap melakukan panen dan mensuplai kebutuhan para pelanggan.

Dari 1.000 pasang indukan, di musim hujan mampu dihasilkan 2.000 ekor katak. Setelah dipisahkan sesuai ukuran. Katak besar siap dipanen seminggu sekali. Setiap panen mampu dihasilkan antara 50 kilogram (kg) hingga 200 kg.

“jika musim sebelumnya dari 1.000 pasang hanya menghasilkan 500 - 700 anakan. Tapi musim penghujan, anakan katak yang dihasilkan bisa mencapai 2.000 ekor. Panennya juga sangat bagus bisa sampai 200 kilo per minggu,” beber, petani katak lembu, Sumali kepada Sariagri.id, Senin (10/1/2022).

Saat ini dia memiliki 40 kandang katak lembu dengan kelompok berbagai usia dan ukuran. Luas kandang masing-masing 3x3 meter dengan daya tampung maksimal 2.000 ekor katak.

“Katak lembu ini termasuk jenis kanibal karena itu perlu dilakukan pemilahan atau pengelompokan berdasarkan umur dan besaran. Sebab jika tidak demikian yang kecil akan dimangsa oleh katak yang besar,” katanya.

Sedangkan untuk pemeliharaan katak lembu cukup mudah. Pakan diberikan dua kali sehari yaitu pagi dan sore. Konsentrat bisa dikombinasi daun kelor atau daun papaya untuk mengurangi bakteri.

“Harga pakan konsentrat sekarang Rp268.000, per 1 sak pakan bisa digunakan untuk 10 hari, karena itu perlu diselang seling dengan daun kelor atau daun papaya untuk menekan pegeluaran beli pakan,” katanya.  

Hal lain yang wajib diperhatikan, kata Sumali, tiap dua hari sekali air diganti, ketinggian air mencapai 1 hingga 2 centimeter sehingga katak tidak seperti berenang, namun Nampak berendam. Diusahakan kelihatan bagian leher hingga kepala katak.

Dia mengatakan dilihat sepintas, fisik katak lembu yang memiliki nama latin Rana catesbeiana tidak jauh berbeda dengan jenis katak lain.

“Perbedaan yang paling mencolok adalah dari warna hijau di kepala dan putih di bagian bawah tubuhnya,” katanya.

Dia menjelaskan katak lembu memiliki beberapa tahapan hidup mulai dari telur, berubah menjadi kecebong atau berudu, kemudian menjadi percil (katak muda) dan berkembang menjadi  dewasa.

“Sepasang induk katak akan kawin produktif sekali pada awal dan akhir musim hujan. Sebab saat musim kemarau dari 2.000 telur bullfrog yang menetas, hanya 40 persen saja yang sampai dewasa. Soalnya, katak lembu yang aslinya berasal dari Amerika Serikat hanya bisa bertahan di kondisi lembab dan dingin,” terangnya.

Sementara untuk mensiasati saat kemarau, diberi hujan buatan. Meski budidaya katak lembu cukup sulit, prospek usaha ini dinilai sangat menjanjikan dengan keuntungan mengiurkan.

Katak lembu ini saat musim hujan dapat berkembang sangat baik hingga beratnya bisa mencapai 1 kg-1,5 kg per ekor. Namun demaikian, untuk memenuhi permintaan pasar, Sumali memasarkan daging katak seberat 1 kg yang biasanya terdiri dari 6 sampai 8 ekor kodok yang sudah berumur 6 bulan.

“Sejak Desember 2021 saat Natal hingga nanti masuk Imlek di bulan Februari 2022, menjadi masa panen raya kami para petani katak lembu. Selain produksi naik, permintaan juga tinggi. Terutama rumah makan china yang gemar makan swie kee,” katanya. 

Dalam pemasaran hasil budidaya, dia berani mengklaim daging katak lembu produknya mengandung protein hewani cukup tinggi. Selain kandungan gizinya tinggi, dagimg katak rendah kolesterol sehingga dipercaya dapat mengobati impotensi pada pria.

"Manfaat lain dari beberapa sumber yang saya baca, mengonsumsi daging katak lembu juga dapat mengatasi kerusakan jantung, mencegah asma, sebagai antibiotik, mencegah bronchitis, mengatasi kerusakan stroke, dan baik untuk penderita diabetes,” katanya.

Baca Juga: Budidaya Katak Lembu, Bisnis Peternakan Menggiurkan di Musim Hujan
Kejari Garut Jerat 4 Tersangka Kasus Bansos Pengadaan Sapi Bunting

Katak lembu hasil panen kandang dijual kepada pengepul seharga Rp50.000 per kg selanjutnya dipasarkan kembali ke restoran dan swalayan yang sebagian besar di daerah Surabaya, Semarang hingga Jakarta.

“Dari saya dihargai Rp50.000 per kilo, namun pengepul jual lagi ke restoran langganan seharga Rp150 ribu per kg. dari hasil panen per minggu 200 kilo, saya bisa dapat pemasukan Rp10 juta. Jika panen dan penjualan lancar, sebulan bisa dapat rata-rata Rp40 juta,” pungkasnya. 

Video terkait:

Video Terkait