Populasi Ternak Uni Eropa Turun 8,9 Persen dalam 20 Tahun

Peternakan sapi di Swiss.(Pixabay)

Editor: M Kautsar - Minggu, 9 Januari 2022 | 07:00 WIB

Sariagri - Menurut laporan yang baru-baru ini dirilis pada populasi ternak rantai makanan Eropa di seluruh Uni Eropa turun dalam dua dekade terakhir. Melansir The Poultry Site, antara 2001 dan 2020, jumlah ternak Uni Eropa untuk babi, sapi, domba, dan kambing turun sekitar 8,9 persen.

Menurut data, jumlah ekor menurun untuk setiap populasi ternak selama periode yang diteliti. Penurunan terbesar secara keseluruhan tercatat untuk jumlah domba, sedangkan jumlah babi relatif.

Uni Eropa memiliki populasi ternak yang cukup besar. Pada tahun 2020, ada 146 juta ekor babi, 76 juta ekor sapi (sapi atau kerbau), dan sekitar 75 juta ekor domba dan kambing di peternakan Uni Eropa. Melihat lebih detail pada perkembangan antara 2019 dan 2020, populasi babi di Uni Eropa meningkat sebesar 2,2 persen.

Ada penurunan kecil (turun 0,5 persen) dalam jumlah domba pada tahun 2020, sementara ada penurunan 0,9 persen dalam jumlah hewan sapi. Selama periode 2015-2020, perkembangan harga output Uni Eropa relatif stabil untuk sebagian besar hewan, dengan pengecualian utama harga babi. Setelah naik dengan pesat antara tahun 2016 dan 2017, harga produksi babi kemudian turun kembali pada tahun 2018 sebelum rebound pada tahun 2019, dan turun lagi pada kecepatan yang agak lebih lambat pada tahun 2020.

Harga output sapi relatif tidak berubah, meskipun perkembangan harga mengikuti jalur penurunan pada 2019 dan 2020. Sepanjang periode 2016-2019, harga output untuk domba dan kambing tetap di bawah tingkat rata-ratanya untuk tahun 2015, tetapi kemudian tumbuh dengan pesat pada tahun 2020 (naik 7,8 persen).

Setelah turun dengan laju yang relatif cepat pada tahun 2016, harga output untuk unggas tetap relatif stabil selama sisa periode penelitian. Mayoritas ternak di Benua Biru hanya dipelihara di beberapa negara anggota Uni Eropa. Antara seperlima dan seperempat (23,3 persen) dari populasi sapi Uni Eropa ditemukan di Prancis dan bagian serupa dari populasi babi di Uni Eropa (22,4 persen) dan domba (24,8 persen) ada di Spanyol. Yunani (28,8 persen) dan Spanyol (21,4 persen) bersama-sama menyumbang lebih dari setengah dari semua kambing Uni Eropa.

Beberapa negara anggota Uni Eropa relatif terspesialisasi dalam hal peternakan. Misalnya, Irlandia menyumbang 8,5 persen dari hewan sapi Uni Eropa pada tahun 2020 (hampir sama dengan yang tercatat di Spanyol), sementara Denmark menyumbang 9,2 persen dari populasi babi UE (hampir sama dengan di Prancis). Setelah Spanyol, populasi domba terbesar kedua dan ketiga di Uni Eropa berada di Rumania dan Yunani, dengan pangsa masing-masing 16,8 persen dan 13,3 persen.

Indeks kepadatan ternak dihitung sebagai stok ternak (diukur dalam satuan ternak) per hektar areal pertanian yang dimanfaatkan. Berdasarkan ukuran ini, kepadatan ternak tertinggi pada tahun 2016 di antara Negara-negara Anggota UE tercatat di Belanda (3,8 unit ternak per hektar area pertanian yang dimanfaatkan), Malta (2,9) dan Belgia (2,8).

Baca Juga: Populasi Ternak Uni Eropa Turun 8,9 Persen dalam 20 Tahun
Kesulitan Pakan, Begini Pengakuan Para Peternak Sapi di Lombok Timur

Sebaliknya, peternakan relatif ekstensif di negara-negara Baltik dan Bulgaria, dengan kurang dari 0,30 unit ternak per hektare area pertanian yang dimanfaatkan. Ukuran alternatif kepadatan ternak dapat didefinisikan sebagai jumlah unit ternak per peternakan.

Berdasarkan indikator ini, ukuran rata-rata peternakan di Denmark (200 unit ternak per kandang), Belanda (185) dan Belgia (148). Di ujung lain kisaran, ada kurang dari 10 unit ternak per peternakan di Hungaria, Slovenia, Lituania, Yunani, Kroasia, Bulgaria, dan Rumania di mana peternakan semi-subsisten di peternakan yang relatif kecil cenderung mendominasi.

Video Terkait