Milenial Asal Solo Ini Sukses Ternak Iguna dan Kura-kura

Galih Christianto milenial asal Solo Jawa Tengah peternak iguana dan kura-kura. (Dok. Pribadi)

Penulis: M Kautsar, Editor: Reza P - Rabu, 5 Januari 2022 | 20:10 WIB

Sariagri - Ketertarikannya dengan hewan reptil sejak duduk di bangku sekolah dasar (SD), membuat milenial asal Solo ini sukses menekuni bisnis peternakan iguana dan kura-kura yang terletak di Desa Dibal, Boyolali, Jawa Tengah.

Dia adalah Galuh Christianto (26), di mana sejak 10 tahun lalu dia memulai berbisnis iguana dan kura-kura brasil. Namun, kata dia, untuk dua tahun belakangan ini dia pun memutuskan untuk memulai ternak reptil.

“Untuk berdagang jenis iguana dan kura sebenarnya sudah 10 tahun lebih, cuma untuk ternak baru 2 tahun saya fokuskan karena keterbatasan tempat, dan baru 2 tahun ini dapat partner saudara sendiri yang punya lahan luas di desa, tidak terpakai dan bersepakat untuk kandang ternak reptil,” ujar Galih saat dihubungi Sariagri, Rabu (5/1).

Galuh mengungkapkan sedari kecil dia menyukai berbagai jenis hewan, namun pada hewan berjenis reptil dia memiliki ketertarikannya sendiri. Dia mengatakannya, dahulu dia hanya memelihara reptil layaknya orang pada umumnya. Seiring berjalannya waktu reptil miliknya semakin banyak dan diputuskan untuk menjualnya.

“Dari kecil sudah suka hewan sejak SD, dan makin lama makin banyak peliharaan kadang dijual ada untung. Lama-lama coba beli dengan tujuan dijual lagi dan ternyata prosesnya mudah semakin hari semakin ditekuni,” ungkapnya.

Dia menyebut bahwa saat memulai beternak reptil tersebut modal yang dikeluarkannya cukup besar. Dia menyebut untuk membangun kandang reptil yang terdiri dari enam kolam kura-kura dan satu kolam iguana berukuran besar membutuhkan dana kurang lebih Rp34 juta.

Sementara untuk reptilnya dia memiliki 100 ekor indukan kura-kura brasil, dan 50 jenis lainnya. Untuk reptil tersebut dia menghabiskan dana kurang lebih Rp50 juta.

“Untuk isinya beragam tergantung jenis, untuk induk kura Brasil total sekitar 100 induk dan 50 jenis lainnya dan ada juga jenis lain mungkin sekitar Rp50 jutaan untuk nominal isi. Untuk kandang (sekitar) Rp17 juta, total sudah siap pakai bangunan kokoh dan bagian atap,” katanya.

Baca Juga: Milenial Asal Solo Ini Sukses Ternak Iguna dan Kura-kura
Berawal dari Rasa Cinta Sang Buah Hati, Pria Ini Raih Omzet Jutaan Rupiah per Bulan dari Ternak Kelinci

Galuh menyatakan bahwa kini dia masih terkendala masalah modal. Untuk itu dalam tiga tahun ke depan terhitung sejak dua tahun lalu, dia memfokuskan keuntungan yang didapat untuk membeli indukan baru.

“Saya kendala modal jadi kita komitmen pengembangan 3 tahun tidak meraup (untung) secara langsung, dalam arti saat ada yang menetas dan terjual uangnya dibelikan indukan lagi selama 3 tahun dan untuk operasional dengan harapan 3 tahun ke depan dimulai dari 2 tahun lalu bisa menghasilkan langsung banyak,” terangnya.

Video Terkait