Embun Madu yang Terkontaminasi Insektisida Ancam Serangga yang Bermanfaat

Ilustrasi serangga kepik. (Pixabay/RonBerg)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Rabu, 5 Januari 2022 | 13:10 WIB

Sariagri - Neonicotinoid dan insektisida sistemik lainnya ternyata dapat mencemari embun madu (Honeydew), yang merupakan sumber makanan penting bagi serangga yang bermanfaat dalam agroekosistem. Akibatnya, banyak serangga mati karena memakan embun madu yang terkontaminasi insektisida.

John Tooker, profesor entomologi di Penn State's College of Agricultural Sciences menjelaskan bahwa embun madu atau Honeydew adalah produk ekskresi serangga penghisap getah seperti kutu daun, kutu putih, lalat putih dan psyllids. Ironisnya, embun madu ini adalah sumber makanan bagi serangga bermanfaat.

"Sumber karbohidrat yang kaya ini merupakan makanan umum bagi banyak serangga yang bermanfaat, termasuk penyerbuk, seperti lebah dan lalat, dan beberapa musuh alami hama, seperti semut, tawon, dan kumbang," katanya seperti dikutip phys.org.

"Embun madu sering lebih berlimpah daripada nektar di agroekosistem," imbuhnya.

Dalam sebuah penelitian terbaru, tim peneliti internasional menyimpulkan bahwa insektisida sistemik yang ada dalam tanaman merupakan masalah serius, terutama pada tanaman dengan areal luas yang umumnya dirawat dengan produk-produk insektisida tersebut. Semakin luas insektisida sistemik digunakan, maka semakin banyak embun madu dan akhirnya semakin banyak serangga bermanfaat yang mati.

Dalam ulasan mereka, para peneliti mengutip sebuah studi 2019 yang diterbitkan dalam Prosiding National Academy of Sciences oleh beberapa penulis, yang menemukan bahwa embun madu mewakili rute baru paparan neonicotinoid, kelompok insektisida sistemik yang paling banyak digunakan di dunia. Insektisida ini sering diaplikasikan dalam bentuk pelapis biji, dan ketika tanaman berkecambah dan tumbuh, insektisida dalam getahnya membunuh serangga hama yang memakannya.

Sebagai bagian dari studi 2019, para ilmuwan melakukan analisis kimia dari embun madu yang dikeluarkan oleh serangga yang memakan getah dari tanaman yang diberi neonicotinoid. Mereka menemukan bukti yang jelas bahwa embun madu ini terkontaminasi dan beracun bagi serangga yang bermanfaat seperti tawon parasit dan lalat penyerbuk. Serangga berguna itu mati dalam beberapa hari setelah mengkonsumsi embun madu yang terkontaminasi.

Selanjutnya, anggota tim peneliti melakukan studi lapangan selama dua tahun, dan menemukan bahwa neonicotinoid dari tanaman kedelai yang tumbuh dari biji berlapis neonicotinoid mencapai embun madu yang dikeluarkan oleh kutu kedelai 30-40 hari setelah benih ditaburkan.

Fenomena seperti itu ternyata tersebar luas, terjadi di beberapa spesies tanaman dan produsen embun madu dengan beberapa jenis insektisida sistemik dan berbagai mode aksi serta mode aplikasi.

"Akibatnya banyak spesies serangga yang menguntungkan berisiko terkena neonicotinoid melalui embun madu yang terkontaminasi," jelas Miguel Calvo-Agudo, dari Instituto Valenciano de Investigaciones Agrarias di Valencia, Spanyol.

Dalam ringkasan penelitian yang diterbitkan di Biological Review, para peneliti juga prihatin dengan spesies serangga penghisap getah invasif yang resisten atau toleran terhadap insektisida sistemik dan menyerang tanaman dengan areal luas seperti jagung, gandum, beras, dan jelai. Tanaman ini mewakili lebih dari 50% area panen di seluruh dunia, dan embun madu dalam tanaman ini adalah sumber karbohidrat utama bagi serangga yang bermanfaat.

Baca Juga: Embun Madu yang Terkontaminasi Insektisida Ancam Serangga yang Bermanfaat
Penurunan Populasi Lebah Dunia Akan Mengganggu Produktivitas Tanaman Buah



Mereka menyimpulkan bahwa embun madu yang terkontaminasi insektisida sistemik dapat berperan dalam penurunan populasi serangga berguna. Karena itu mereka sangat menyarankan untuk membatasi penggunaan insektisida sistemik yang sangat larut dalam air. Hal ini penting untuk menghindari dampak nontarget pada serangga yang menguntungkan melalui embun madu dan cara paparan lainnya.

Video Terkait