Agroeduwisata Cibugary, Peternakan Sapi Perah di Tengah Padatnya Jakarta

Rachmat Hidayat, salah satu pengelola peternakan sapi perah Cibugary. (Foto Sariagri/Dwi Rachmawati)

Penulis: M Kautsar, Editor: Reza P - Jumat, 31 Desember 2021 | 15:40 WIB

Sariagri - Kepadatan Kota Jakarta yang kian sesak ternyata masih menyelipkan sedikit ruang bagi keberadaan peternakan sapi perah. Di Jalan Peternakan Raya, Pondok Ranggon, Kecamatan Cipayung, Kota Jakarta Timur berdiri Peternakan Sapi Perah Cibugary (Cibubur Garden Dairy).

Berdiri sejak 1993, peternakan sapi perah Cibugary dikelola oleh keluarga keturunan asli Betawi. Rachmat Hidayat Al Baghory, salah seorang anggota keluarga pengelola peternakan mengatakan bahwa usaha tersebut merupakan warisan kedua orang tuanya sejak masa silam.

Rachmat bercerita, sebelum beternak di kawasan tersebut, kedua orang tuanya memang sudah lama menjadi peternak sapi perah di daerah Kuningan, Jakarta Selatan.

“Dulunya memang orang tua ternak sapi perah di kawasan Kuningan Timur, Jakarta Selatan. Tetapi, karena di sana digusur lahannya dan tidak ada lagi tempat penampungan limbah, maka sejak tahun 1993 orang tua beli tanah di Cibubur sini, dan pindah beternak sapi perah di sini. Sebagian besar peternak di sini adalah pindahan dari daerah Kuningan,” ujar Rachmat kepada Sariagri, Jumat (31/12/2021).

Meski diterjang oleh arus alih fungsi lahan dan pembangunan yang pesat, keluarga Rachmat tetap bertahan pada usaha sapi perah. Alasan kesehatan, kata Rachmat, membuat keluarga komitmen meneruskan usahanya. Masing-masing anggota keluarga memiliki tugas sendiri mulai dari perawatan sapi, produksi susu, pengolahan produk susu, hingga ke pemasaran.

“Orang tua suka beternak sapi perah karena bisa menghasilkan susu yang sangat berkhasiat bagi kesehatan. Jadinya kami ingin mengembangkan peternakan sapi perah agar semua orang bisa merasakan susu segar yang menyehatkan. Selain itu, karena sudah jadi usaha turun-temurun, kami ingin tetap melestarikannya,” kata Rachmat.

Rachmat mengungkapkan, untuk kebutuhan pakan hijauan, saat ini peternakan membelinya dari wilayah Bogor, Jawa Barat.

“Kalau dulu kami masih cari rumput hijauan di daerah-daerah tanah kosong di sekitar Jakarta, tapi semakin lama semakin langka. Sejak saat itu kami datangkan hijauan dari Bogor,” katanya.

Agroeduwisata untuk masyarakat kota

Menurut Rachmat, dari beberapa peternakan sapi perah yang pindah ke daerah tersebut, hanya peternakan Cibugary yang mengadakan fasilitas agroeduwisata. Rachmat menjelaskan, awalnya ide membangun agroeduwisata Cibugary datang dari dia dan saudara-saudaranya yang melihat potensi dari pengembangan agroeduwisata.

Agroeduwisata Cibugary pertama kali diresmikan tahun 1996 dan kini sudah mulai dikenal luas oleh masyarakat. Harga tiket masuk untuk kunjungan agro eduwisata berkisar Rp70 ribu hingga Rp100 ribu per orang dan pengunjung akan disuguhkan edukasi perawatan sapi perah, produksi susu, hingga ke proses pengolahan susu.

“Alasan membuat agroeduwisata karena dulu banyak anak-anak sekitar yang asal masuk ke dalam kandang. Maka saya mengusulkan ke orang tua untuk membuat wisata edukasi ke anak-anak agar mereka bisa tahu secara mendalam tentang sapi dan susu,” jelasnya.

Sapi dan susu jadi sumber cuan yang menggiurkan

Sapi perah produktif di Peternakan Cibugary. (Foto Sariagri/Dwi Rachmawati)
Sapi perah produktif di Peternakan Cibugary. (Foto Sariagri/Dwi Rachmawati)

Saat ini peternakan Cibugary telah menampung sekitar 70 ekor sapi yang terdiri dari 50 sapi produktif dan 20 sapi anakan.

Rachmat membeberkan, dalam satu hari pemerahan susu dilakukan sebanyak dua kali yaitu saat pagi dan siang hari. Satu ekor sapi bisa menghasilkan sekitar 10 liter susu per harinya. Maka dalam sehari, total susu yang dihasilkan peternakan Cibugary bisa mencapai 500 liter susu atau lebih.

“Susu segar kami jual dengan harga Rp10 ribu per liter ke para langganan, perusahaan dan koperasi. Perusahaan biasanya beli susu di sini untuk dibagikan ke karyawan mereka dalam rangka pemenuhan gizi pekerja,” ungkapnya.

Selain itu, Rachmat dan keluarganya juga membuat produk olahan dari susu seperti yogurt, keju mozarella dan susu pasteurisasi aneka rasa yang dipatok dari harga Rp5 ribu hingga Rp40 ribu. Aneka produk olahan susu tersebut dipasarkan melalui jaringan reseller ke berbagai wilayah di Jabodetabek.

Baca Juga: Agroeduwisata Cibugary, Peternakan Sapi Perah di Tengah Padatnya Jakarta
Kisah Peternak Sapi Perah Jaksel Bertahan di Tengah Gampuran Zaman

Rachmat mengatakan, peternakan Cibugary juga menjual sapi perah betina, anakan sapi perah, dan sapi jantan. Sementara, untuk sapi potong mereka biasanya hanya menjual khusus di momen Idul Adha saja.

“Selain menjual susu, kami juga menjual sapi. Biasanya sapi yang tidak produktif lagi akan disembelih dan dijual dagingnya,” imbuh Rachmat.

Video Terkait