Lutung, Penjaga Hutan yang Doyan Daun Mangrove

Ilustrasi lutung. (pixabay)

Editor: Dera - Rabu, 29 Desember 2021 | 17:10 WIB

Sariagri -  Lutung merupakan jenis primata yang seringkali ditemui saat berada di hutan, namun sayang keberadaan hewan ini kian langka.  

Dilansir dari berbagai sumber, lutung Jawa dapat dibagi menjadi dua sub-spesies dari persebarannya di Indonesia yaitu Trachypithecus auratus auratus dan Trachypithecus auratus mauritius.

Trachypithecus auratus auratus atau Spangled Langur Ebony hidup di sepanjang kawasan Jawa Timur, Bali, Lombok, Sempu dan Nusa Barung. Sedangkan Trachypithecus auratus mauritius atau Jawa Barat Ebony Langur hidup di kawasan Pulau Jawa yakni Jawa Barat dan Banten dengan jumlah terbatas.

Secara fisik, ciri-ciri hewan ini bertubuh kecil dengan ukuran 59,7 sentimeter dari ujung kepala hingga punggung. Sedangkan ekornya memiliki panjang 74,2 cm.

Berat badan binatang ini sekitar 6,3 kilogram. Tubuhnya memiliki corak berwarna keperak-perakan dan di bagian kepala memiliki jambul berwarna kelabu pucat, sementara matanya memiliki garis menyerupai cincin dengan warna kebiru-biruan.

Untuk jenis kelamin betina memiliki warna lebih pucat seperti putih kekuningan di bagian dalam dari paha atas dan pinggang, bulu dengan warna pucat di bagian pantat serta rambut punggungnya berwarna hitam yang pekat.

Perbedaan lutung dan monyet

Lutung memiliki perbedaan dengan monyet. Meskipun sering disamakan, keduanya memiliki ciri dan perilaku khusus yang berbeda. Lutung hidup dalam kelompok kecil sekitar enam hingga 23 ekor. Setiap kelompok memiliki satu pemimpin dan biasanya terdiri dari jantan, sementara di dalam kelompok terdapat betina dan anak-anak.

Sang jantan biasanya memiliki sikap mendominasi sebagai upaya perlindungan, pergerakan sehari-hari dan pengamatan. Mereka juga menjadi penggerak untuk mengarahkan anggota kelompoknya seperti mencari makanan dan beristirahat.

Waktu aktivitas hewan ini lebih banyak dilakukan di siang hari daripada malam, karena termasuk sebagai hewan diurnal. Mereka akan aktif saat matahari terbit dan berangsur berhenti beraktivitas saat matahari terbenam.

Adapun kegiatan sehari-harinya biasanya dihabiskan di atas pohon. Itulah kenapa hewan langka ini sering disebut sebagai binatang arboreal.

Aktivitasnya seperti makan dan tidur akan dilakukan di pohon. Mereka akan berjalan pada cabang-cabang pepohonan. Saat beristirahat dan makan, hewan tersebut akan duduk di atas pohon dengan ekor menggantung. Tujuannya untuk menyeimbangkan tubuhnya.

Wilayah cakupannya juga sangat luas, di mana dalam satu hari penjelajahan mereka dapat mencapai radius 500 hingga 1500 meter dengan wilayah jelajah seluaas lima hingga 23 hektare. Namun wilayah jelajah yang luas menyebabkan teritori mereka tidak dapat terpetakan dengan baik. Meski demikian, kehidupan antar kelompok mereka akan hidup dengan rukun.

Satwa yang dilindungi ini biasanya hidup di lingkungan mangrove atau hutan bakau. Namun habitat yang semakin sempit membuat hewan ini terkadang muncul di area perkebunan penduduk.

Hewan herbivora ini biasanya akan makan tumbuhan seperti dedaunan, kuncup bunga dan buah-buahan. Biasanya, jenis dedaunan yang dimakan berasal dari tanaman hutan yang berstektur keras dan sulit dikunyah. Namun lambung primata ini terdapat kelenjar air ludah yang berukuran besar dan bakteri yang berguna untuk proses fermentasi.

Salah satu jenis yang paling dikenal adalah lutung budeng. Satwa ini merupakan monyet dari subfamili Colobinae. Mereka biasanya berwarna hitam glossy dengan nada kecokelatan ke kakinya, sisi dan cambang.

Primata yang satu ini hanya terdapat di Pulau Jawa. Dilansir dari situs resmi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, hewan ini merupakan satwa yang dilindungi. Alasan satwa ini dilindungi salah satunya adalah karena statusnya yang rentan. Bahkan, 90 persen habitat asli kera di Jawa Timur telah habis.

Baca Juga: Lutung, Penjaga Hutan yang Doyan Daun Mangrove
Lahan Mangrove Menyusut, Habitat Lutung Jawa di Bekasi Terancam

Adapun ancaman yang dapat mengganggu kondisi habitat hewan ini disebabkan oleh manusia yaitu pengambilan hasil kayu hutan. Sementara oleh alam antara lain longsor dan pohon tumbang.

Hutan merupakan salah satu komponen habitat yang paling penting bagi kehidupan Lutung Jawa. Hutan merupakan tempat mereka dalam melakukan aktivitasnya sehari-hari seperti makan, minum, berkembang biak, bermain, melindungi diri dari serangan predator, manusia bahkan kelompok primata lainnya.

Video Terkait