Awalnya Belajar dari Internet, Kini Sonny Sukses Beternak Jangkrik Kantongi Omzet Belasan Juta per Panen

Sonny, peternak jangkrik asal Depok, Jawa barat (Istimewa)

Penulis: Rashif Usman, Editor: Reza P - Minggu, 26 Desember 2021 | 20:00 WIB

Sariagri - Seseorang yang menjalani profesi sebagai peternak memang tidak biasa dianggap remeh beberapa tahun belakangan ini. Apabila dikelola dengan baik, maka seseorang akan mendulang keuntungan dari bisnis ternak tersebut.

Seperti halnya yang dilakukan Sonny, seorang peternak asal Depok, Jawa Barat yang sukses meraup omzet belasan juta dari beternak jangkrik.

Belajar Ternak Jangkrik dari Internet

Sonny mengatakan awalnya hanya iseng untuk beternak jangkrik. Namun, setelah benar-benar fokus, ternyata hasil dari ternak jangkrik cukup menguntungkan.

"Awalnya dulu iseng aja, tapi setelah benar-benar fokus ya kok hasilnya lumayan. Akhirnya kita kembangkan bermula dari hanya beberapa kotak kandang jangkrik saja. Sekarang alhamdulillah ada 50 kotak besar-besar," kata Sonny kepada SariAgri melalui sambungan telepon.

"Dulu belajar dari internet, terus ngobrol-ngobrol sama peternak lainnya. Tapi lama-lama kita belajar sendiri menemukan formula yang tepat untuk cara beternaknya," sambungnya.

Ternak Jangkrik

Sonny mengungkapkan dalam satu kotak wadah, ia menabur telur jangkrik sebanyak 3 ons. Nantinya, jika panen bisa menghasilkan 15 kilo sampai 20 kilo jangkrik setiap kotak. Masa panennya pun cukup singkat, hanya 30 hari.

"Ya rata-rata setiap 3 bulan saya 2 kali panen kalau di hitung-hitung. Satu kali panen bisa minimal 500 kilogram jangkrik," ujarnya.

Sonny yang sudah menjalani profesi sebagai peternak selama 10 tahun tersebut mengungkapkan bahwa yang utama ketika beternak jangkrik adalah penjualan.

"Kalau kita mau ternak, kita pikirkan mau kemana jangkrik ini dijual. ada yang nampung ga? jangan sampai kita udah bikin kandang tapi gada yang nampung," ucapnya.

Selain penjualan, dalam beternak jangkrik juga harus memperhatikan suhu kandang. Sebab, jika terlalu panas maka jangkrik akan mudah mati.

"Jadi pengaruh banget kalau cuaca panas pada kandangnya, biasanya hasil panennya kurang baik. Ada bagusnya dibikin sirkulasi udara di lahan kandang," jelasnya.

Soal pakan, Sonny menggunakan pakan pabrikan berupa pur ayam dan pakan alam, seperti daun singkong, daun sawi atau daun pisang. Selain itu, pelepah pisang juga bisa dimanfaatkan sebagai minuman jangkrik.

Baca Juga: Awalnya Belajar dari Internet, Kini Sonny Sukses Beternak Jangkrik Kantongi Omzet Belasan Juta per Panen
Sulit Dapat Pakan untuk Ternak Murai, Pria Asal Tuban Kantongi Puluhan Juta dari Ternak Jangkrik

"Kalau dulu saya lihat tutorial memberi minum jangkrik dengan cara disemprot air, tapi cara itu malah terkadang banyak hama ulat. Tapi setelah saya coba pakai pelepah pisang ternyata lebih bagus tidak ada ulat," tuturnya.

Sedangkan omzet, Sonny mengakui bisa meraup hingga belasan juta tiap sekali panen. Ia menjual hasil panennya ke pengepul. "Kalau kita ambil rata-rata 30 ribu per kilogram. Misalkan kita sekali panen dapat 600 kilo ya dapat Rp18 juta," pungkasnya.

Video Terkait