Penelitian: Busa Katak Ini Mampu Kurangi Risiko Infeksi pada Manusia

Ilustrasi katak Tungara. (thefishsite.com)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Kamis, 23 Desember 2021 | 17:40 WIB

Sariagri - Studi yang diterbitkan di Royal Society Open Science menemukan bahwa busa yang ditemukan di sarang katak dapat membantu pemberian obat yang efektif dan memerangi munculnya resistensi antimikroba (antimicrobial resistance/AMR) pada tubuh manusia.

Busa binatang amfibi ini juga berpotensi menawarkan manfaat untuk pemberian obat topikal, vagina, dan dubur pada manusia. Para peneliti mengatakan, busa sarang katak memberikan pelepasan senyawa terkontrol, yang mengurangi risiko infeksi, AMR, dan risiko alergi. Studi ini dilakukan oleh Queen's University Belfast, University of Strathclyde dan University of Glasgow.

“Dalam pengujian busa di laboratorium, kami menganalisis sifat-sifat busa dan terkesan bahwa tidak hanya kuat dan tahan lama, tetapi ketika kami memberikan obat, mereka dilepaskan dalam jangka waktu yang lama,” kata penulis studi, Dr Dimitrios Lamprou dari Queen's University Belfast, seperti dikutip thefishsite.com.

Ia menjelaskan bahwa pelepasan senyawa secara terkontrol dan stabil ini memiliki implikasi besar untuk pemberian obat pada tubuh manusia. Dalam studi tersebut, peneliti mengumpulkan busa dari sarang katak túngara liar di Trinidad, yang merupakan habitat asli yang melindungi spesies ini dari suhu ekstrim dan bakteri berbahaya.

Untuk melihat apakah busa dapat menawarkan sistem yang lebih tahan lama untuk pemberian obat, tim melakukan tes laboratorium untuk menilai struktur dan komposisinya. Mereka juga membuat nanopartikel untuk mengantarkan obat melalui busa dan menemukan bahwa busa melepaskan senyawa secara perlahan sementara strukturnya bersatu.

"Salah satu contoh praktisnya adalah perawatan luka bakar dimana busa akan memungkinkan obat-obatan diberikan di bawah perban dalam waktu yang lebih lama, tanpa perlu sering melepas perban sehingga mengurangi kemungkinan infeksi,” katanya.

Baca Juga: Penelitian: Busa Katak Ini Mampu Kurangi Risiko Infeksi pada Manusia
Ini 5 Hewan Beracun yang Dimanfaatkan sebagai Pengobatan



Tim peneliti telah berhasil memproduksi protein busa di laboratorium menggunakan bakteri, karena katak tidak akan mampu menghasilkan busa yang cukup untuk memenuhi permintaan industri obat.

 

Video Terkait