Bimtek untuk Tingkatkan Produksi Sarang Burung Walet Orientasi Ekspor

Ilustrasi sarang burung walet (Pixabay)

Editor: Arif Sodhiq - Kamis, 23 Desember 2021 | 08:00 WIB

Sariagri - Karantina Pertanian Sulawesi Barat (Sulbar) terus berupaya memberikan pendampingan dan memfasilitasi petani untuk meningkatkan produktivitas hasil pertanian berorientasi ekspor, terutama untuk komoditas sarang burung walet. Terkait itu, Karantina Pertanian Sulbar kembali menggelar bimbingan teknis (bimtek) ekspor sarang burung walet (SBW) di Kabupaten Polewali Mandar.

Upaya itu dilakukan dengan melakukan sinergitas berbagai pemangku kebijakan, baik dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, akademisi, pelaku usaha dan petani, termasuk penguatan sinergi bersama Komisi IV DPR selaku mitra Kementerian Pertanian.

"Salah satu upaya kami adalah berkolaborasi dengan anggota Komisi IV DPR RI Suhardi Duka yang hari ini menyelenggarakan bimbingan teknis ekspor sarang burung walet di Polewali Mandar," ujar Kepala Karantina Pertanian Sulbar Agus Karyono.

Dikatakan Agus, tujuan bimtek untuk mensosialisasikan potensi ekspor sarang burung walet di Kabupaten Polewali Mandar sebagai upaya mendukung program unggulan Kementerian Pertanian, yaitu gerakan tiga kali lipat ekspor (Gratieks).

Selain itu juga mensinergikan peran stakeholder atau para pemangku kepentingan dalam upaya peningkatan produktivitas komoditas sarang burung walet yang berorientasi ekspor.

"Juga, mencari solusi terhadap permasalahan-permasalahan ekspor komoditas sarang burung walet yang berasal dari Kabupaten Polewali Mandar," katanya.

Berdasarkan data sistem automatisasi Badan Karantina Pertanian (IQ-Fast), lalu lintas sarang burung walet yang keluar dari Sulbar dalam kurun waktu tiga tahun terakhir 5,42 ton.

Baca Juga: Bimtek untuk Tingkatkan Produksi Sarang Burung Walet Orientasi Ekspor
Aturan Baru Ekspor Sarang Burung Walet, Ini Salah Satu Persyaratannya

"Peningkatan tersebut tentu saja kontribusi dari semua kabupaten di Sulbar, terutama Polewali Mandar sebagai sentra sarang burung walet dengan jumlah rumah walet sekitar 1.200 rumah walet," katanya.

Sarang burung walet asal Polewali Mandar diharapkan mampu menambah ragam komoditas pertanian yang dapat diekspor guna mendongkrak akselerasi ekspor di Sulbar yang berdampak terhadap peningkatan kesejahteraan petani serta mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat di tengah pandemi.

Video terkait:

Video Terkait