Keju Sao Jorge, Lezat dan Langka Dihasilkan dari Sapi Bahagia

Keju Sao Jorge.(wikimedia.org)

Editor: Arif Sodhiq - Selasa, 21 Desember 2021 | 11:00 WIB

Sariagri - Mungkin banyak orang yang belum pernah mendengar tentang Sao Jorge, pulau vulkanik seluas 95 mil persegi di tengah Samudera Atlantik, di mana jumlah sapi disana melebihi populasi penduduk. Sao Jorge dikenal karena kejunya yang digambarkan Business Insider sebagai salah satu keju kaya rasa dan paling rumit di dunia.

Pembuatan keju telah menjadi bagian integral dari identitas pulau itu dan dipraktikkan selama lebih dari 500 tahun. Lalu, apa yang membuat keju Sao Jorge begitu istimewa?

Sejumlah faktor turut berkontribusi pada kelangkaan keju Sao Jorge, terutama lokasinya yang terpencil dan fakta pembuatannya secara eksklusif di pulau itu. Selain itu tanah dan iklim juga memainkan peran penting dalam proses produksi keju Sao Jorge.

Pulau itu pada dasarnya adalah surga bagi hewan ternak sapi. Geologi vulkaniknya menghasilkan tanah yang subur di mana sapi dapat merumput sehingga tidak akan kekurangan pakan sepanjang tahun.

Kekayaan rasa keju Sao Jorge berasal dari kondisi penggembalaan yang ideal sehingga sapi menjadi sehat dan bahagia untuk menghasilkan keju lezat.

Selain sapi bahagia yang menghasilkan susu berkualitas tinggi, ada proses khusus dalam pembuatan keju São Jorge. Menurut "The Complete Idiot's Guide to Cheeses of the World," keju Sao Jorge adalah salah satu dari lima keju pertama yang diberi perlindungan Pemerintah Portugis.

Untuk mendapatkan perlindungan itu, keju harus disetujui sistem standar nasional negaranya, terkait kualitas dan proses produksi yang ketat. Selain itu produk juga harus diproduksi sesuai dengan tradisi dan mempertahankan kualitas lokal, termasuk tanah, air dan iklim,  faktor yang tidak dapat diduplikasi di tempat lain. Intinya, itu adalah produk satu-satunya di planet ini.

Perbedaan keju Sao Jorge dengan lainnya adalah cara penyimpanan dan umurnya. Sementara sebagian besar keju berumur di ruangan yang dikontrol suhu, Sao Jorge menjadi tua pada suhu kamar. Sao Jorge mengilhami keju dengan kelembaban yang menambah rasa "tajam dan pedas".

Baca Juga: Keju Sao Jorge, Lezat dan Langka Dihasilkan dari Sapi Bahagia
Mengenal Empat Keju Tertua di Dunia dan Sejarah Penemuannya



Namun yang membuat keju Sao Jorge begitu unik dan memberikan rasa tempat adalah bagaimana produsen lokal melestarikan "rasa pulau di dalam keju. Mereka menjaga susu sapi tetap mentah dan tidak dipasteurisasi dan "menggunakan whey dari hari sebelumnya untuk memfermentasi susu daripada menambahkan bahan fermentasi lainnya. Ini merupakan cara untuk mempertahankan kualitas alami susu.

Pendekatan ini juga memperpanjang proses untuk memecah susu menjadi dadih hingga empat jam atau dua kali lipat waktu yang dibutuhkan keju lainnya. Selanjutnya diasinkan, dicetak dan dimatangkan selama tiga hingga tujuh bulan hingga menjadi keju kekuningan yang agak keras. 

Video terkait:

Video Terkait