Jasa Pijat Sepi, Perempuan Ini Sukses Raup Cuan Jutaan Rupiah per Bulan Lewat Usaha Telur Asin

Tini difabel yang sukses usaha telur asin. (Sariagri./Yongki)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Senin, 20 Desember 2021 | 19:10 WIB

Sariagri - Kata telaten dan berbakat patut disematkan kepada perempuan bernama Saptini (35 tahun) warga desa Selat, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat, NTB ini. Meski memiliki keterbatasan fisik sebagai penyandang tuna netra, Saptini mampu mengerjakan nyaris semua yang bisa dikerjakan oleh orang normal.

Perempuan yang akrab disapa Tini ini dikenal sebagai tukang pijat profesional di wilayahnya, maklum, selain sudah menjalankan profesinya selama puluhan tahun, ia juga dikabarkan telah banyak menghabiskan waktunya untuk kursus pijat di sejumlah daerah.

Kendati demikian, jasa pijat yang ia buka bersama sang suami mengalami kemunduran karena sepinya orderan sejak mewabahnya covid-19. Yang akhirnya membuat ia harus mencari jalan keluar lain untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Melalui tangan telatennya itu, Saptini berhasil menjadi perajin telur asin yang sukses dan mampu menghasilkan jutaan rupiah perbulan. Cukup dengan modal pelatihan pembuatan telur asin yang ia dapat dari pemerintah setempat, kini saptini dengan cekatan membuat puluhan butir telur asin.

"Sekarang saya mulai membuat telur asin berkat ada pelatihan dulu, karena kan pesanan pijat sepi karena corona," ucap Saptini.

Perlahan namun pasti, Saptini setiap harinya membilas satu per satu telur dengan air bersih dan kemudian dibalut dengan Batubata yang sudah diberi garam. Dalam sehari, ia mampu menjual puluhan butir telur asin.

Saat ini, telur yang ia buat sudah dipasarkan ke sejumlah pasar tradisional di Lombok barat. Ia mengaku memulai bisnis barunya itu sejak 3 bulan terakhir.

"Beberapa bulan lalu, karena sudah tidak ada mata pencaharian saya mencoba ini dan alhamdulillah sudah bisa jual ke pasar melalui saudara saya," katanya.

Di tengah masa sulit ini, usaha telur menjadi bagian penting untuk mencukupi kebutuhan ekonominya, ia bahkan mampu meraup untung dari hasil telur hingga ratusan ribu, dari hasil penjualan sampai 2 jutaan dalam perbulan.

Secara normal, telur yang ia buat bisa dijual dalam satu kali seminggu, hanya saja, karena produksinya rutin jadi ia bisa menjualnya setiap hari. Sementara dari produksi telur asin ini, Saptini mengaku perlu modal Rp 300 ribu dalam sekali produksi.

"Keuntungan sebenarnya tidak terlalu banyak, tapi insyaallah ada untuk mencukupi kebutuhan," imbuhnya.

Karena baru memulai dan tidak memiliki modal besar, Saptini berharap mendapatkan bantuan dari pihak terkait, agar bisa mengembangkan usahanya. "Kita tetap berharap agar ada bantuan," tutupnya. 



Video Terkait



Baca Juga: Jasa Pijat Sepi, Perempuan Ini Sukses Raup Cuan Jutaan Rupiah per Bulan Lewat Usaha Telur Asin
Sempat Diremehkan Jadi Peternak, Ini Kisah Rosul Sukses Jual 55.000 Butir Telur Bebek Tiap Minggu