Mengenal Bloat, Penyakit Kembung pada Kambing dan Cara Pencegahannya

Ilustrasi - Hewan ternak kambing.(Pixabay)

Editor: Arif Sodhiq - Senin, 13 Desember 2021 | 14:20 WIB

Sariagri - Bloat atau kembung merupakan bentuk penyakit atau kelainan alat pencernaan yang bersifat akut disertai penimbunan gas di dalam lambung ternak ruminansia. Gejala penyakit ini di antaranya perut kambing sebelah kiri membesar, menonjol keluar dan berisi gas.

Selain itu, ternak tidak tenang, gelisah, sebentar berbaring lalu segera bangun. Ternak mengerang kesakitan, nafsu makan turun bahkan tidak mau makan kemudian bernafas dengan mulutnya. Pada saat berbaring ternak menjulurkan lehernya untuk membebaskan gas dari perut.

Dilansir laman Balitgbangtan, Peneliti di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sulawesi Selatan (BPTP Sulsel) Lu’ulul Amna mengungkapkan bloat atau kembung disebabkan faktor pakan dan ternak.

Faktor pakan antara lain disebabkan pemberian hijauan leguminosa yang berlebihan, makan tanaman atau hijauan terlalu muda, biji-bijian yang digiling sampai halus, pemberian pakan hijauan dan konsentrat yang tidak seimbang (konsentrat lebih banyak) seperti hijauan yang terlalu banyak dipupuk dengan urea, pemberian hijauan dalam kondisi basah dan pakan yang rusak, busuk dan berjamur.

Sedangkan bloat yang disebabkan faktor ternak adalah faktor keturunan, tingkat kepekaan dari masing-masing ternak, ternak bunting yang kondisinya menurun, ternak yang sedang sakit atau dalam proses penyembuhan, ternak yang mengalami anemia dan kelemahan tubuh secara umum.

Baca Juga: Mengenal Bloat, Penyakit Kembung pada Kambing dan Cara Pencegahannya
Kenali Gejala Helminthiasis, Penyakit Cacing pada Kambing

Menurut Dokter hewan lulusan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga itu, bolat atau kembung perut dapat dicegah dengan cara antara lain tidak menggembalakan ternak terlalu pagi, karena rumput masih mengandung embun dan tidak membiarkan ternak terlalu lapar. Hijauan yang diberikan hendaknya dilayukan terlebih dahulu dan tidak memberikan pakan yang sudah rusak.

Selanjutnya, tidak memberikan rumput muda, hindari pemberian leguminosa secara berlebihan dalam ransum, hindari pemberian hijauan yang terlalu banyak, lebih baik sedikit demi sedikit tetapi rutin. 

Video terkait:

Video Terkait