Kantongi Rp35 Juta Per Bulan, Milenial Ini Sukses Budidaya Cacing

Latif sukses beternak cacing, raup omzet Rp35 Juta per bulan (Dok.Pribadi)

Penulis: Rashif Usman, Editor: Dera - Sabtu, 11 Desember 2021 | 14:00 WIB

Sariagri - Sebagian besar orang mungkin masih menganggap bahwa cacing merupakan hewan yang kotor dan menjijikan. Namun tidak dengan Latif (25), seorang peternak muda asal Kabupaten Madiun ini justru menggeluti budidaya cacing bahkan bisa meraup omzet puluhan juta.

Latif yang juga pemilik dari Genong Farm membudidayakan cacing untuk digunakan sebagai pakan burung maupun ikan. Dalam sebulan, ia bisa meraup omzet hingga Rp35 juta per bulan. Lantas, bagaimana kisahnya terjun ke usaha peternakan cacing? simak ulasannya.

Awal terjun budidaya cacing 

Latif mengatakan bahwa awalnya ia mulai terjun ke ternak cacing di 2015 saat duduk di bangku kuliah semester 3. Kala itu, ia ditawari temannya untuk usaha budidaya cacing.

"Saya awalnya memanfaatkan waktu luang ketika kuliah. Setelah itu ada teman yang nawarin usaha cacing. Terus saya tanya-tanya lalu pergi ke tempat budidaya cacing sambil dijelaskan cara ternaknya. Ternyata ternak cacing itu lebih murah daripada budidaya yang lain," kata Latif saat dihubungi Sariagri.

Dalam membangun usahanya ini, Latif sempat mengalami fase naik turun. Ia sempat beberapa kali kena marah lantaran soal pengemasan yang kurang baik, sehingga cacing yang akan dikirim mati. Hingga akhirnya dengan perlahan ia menemukan formula terbaik dalam pengemasan.

"Susahnya itu di pengiriman, kadang diomelin packing-nya kurang baik dan cacingnya mati. Itu menjadi salah satu hal yang krusial sekali," ujarnya.

"Sebelumnya gak tahu cara packing yang benar bagaimana, lalu tanya-tanya orang gak dijelaskan secara detail. Akhirnya otodidak dan belajar dari kesalahan, alhamdulillah menemukan cara yang terbaik," sambungnya.

Ternak cacing ANC dan fosfor

Latif menjelaskan awal beternak ia membudidayakan cacing ANC, di mana saat itu konsumennya adalah seorang peternak burung murai. Dari situ ia baru sadar bahwa cacing sebenarnya memiliki pasar yang tetap.

"Cacing untuk murai itu kan seperti makanan pokok, jadi setiap minggu itu pasti order. Setelah itu dari satu orang tersebut dipromosikan ke temen-temennya di komunitas murai dan alhamdulillah bisa mendominasi di pasar murai," ucapnya.

Selain cacing ANC, Latif juga membudidayakan cacing jenis fosfor. Menurutnya, banyak para penghobi mancing yang menggunakan cacing fosfor sebagai umpan. Dari banyaknya permintaan itulah ia juga membudidayakan cacing fosfor.

"Setelah banyak analisa, ternyata permintaan itu banyak di fosfor dan ANC, akhirnya saya fokuskan di kedua jenis cacing itu sampai sekarang," terangnya.

Baca Juga: Kantongi Rp35 Juta Per Bulan, Milenial Ini Sukses Budidaya Cacing
Karena Sakit, Pemuda Asal Bogor Ini Pilih Jadi Pembudidaya Cacing Tanah

Pemasaran dan omzet

Bicara soal pemasaran, kini Latif sudah menjual hasil ternaknya ke seluruh Indonesia. Sedangkan omzet ia mengungkapkan bisa meraup omzet hingga puluhan juta per bulan.

"Kalau pemasaran alhamdulilah sudah seluruh Indonesia, asalkan ada transportasi yang mudah terjangkau dan permintaan kami siap kirim. Lalu omzet per bulan bisa meraup sekitar Rp35 juta per bulan," pungkasnya.

Video Terkait