Beternak Ayam Pheasant, Milenial Yogyakarta Ini Kantongi Omzet Rp200 Juta Per Tahun

Anggit pemilik JSP Farm Jogja yang sukses beternak Ayam Pheasant. (Istimewa)

Penulis: Dera, Editor: Reza P - Jumat, 10 Desember 2021 | 16:30 WIB

Sariagri - Anggit pemilik JSP Farm Jogja, milenial yang menggeluti bisnis budidaya unggas berupa burung dan ayam hias pheasant mengaku usahanya tersebut cukup menjanjikan, namun dibutuhkan kecintaan dan ketelitian dalam ternak hewan yang satu ini.

Anggit menjelaskan bahwa bibit ayam hias tersebut didatangkan langsung dari dataran Cina. Adapun jenis-jenisnya antara lain ring neck pheasant, silver pheasant, golden pheasant, yellow pheasant, armrest pheasant, hingga james fire best pheasant.

“Dulu waktu 2015 saya hanya punya jenis ring neck pheasant jenis yang paling murah, dulu harganya sepasang masih Rp3,5 juta, dari situ hasil penjualannya saya kumpulin dan membeli jenis yang lebih mahal lagi,” ujarnya saat dihubungi Sariagri.id, Jumat (10/12).

Anggit mengungkapkan bahwa saat ini sudah tidak lagi mengimpor ayam pheasant dari luar negeri, hal tersebut dikarenakan produksi di Indonesia sudah sangat cukup. Dikatakan Anggit, untuk penjualannya sendiri untuk di wilayah Indonesia saja.

“Kalau kebanyakan impor lagi nanti harga ternakan Indonesia malah lama-lama hancur, makanya kalau impor itu yang jenis-jenis baru. Kebanyakan (pembeli) lewat online. Alhamdulillah hampir seluruh wilayah Indonesia sudah pernah, ” ungkapnya.

Ayam hias pheasant hasil budidaya JSP Farm.(Dok. Pribadi)
Ayam hias pheasant hasil budidaya JSP Farm.(Dok. Pribadi)

Tips beternak ayam pheasant

Lebih lanjut Anggit menyebutkan bahwa dalam beternak ayam pheasant ini adalah kesesuaian kandang dengan habitat aslinya. Selain itu, hal yang perlu diperhatikan lagi adalah kebersihan kandang, karena ayam tidak akan berproduksi jika kurang nyaman.

Sebagai informasi, ayam pheasant hanya akan berproduksi dalam satu tahun sekali, oleh karena itu harga jualnya pun cukup tinggi di kalangan penghobi. Harga untuk sepasang ayam pheasant remaja berusia 5-6 bulan dibanderol Anggit sesuai dengan jenisnya.

Untuk jenis yang paling murah yaitu ring neck pheasant dihargai Rp1 juta, silver pheasant Rp5,5 juta, golden pheasant Rp6 juta, yellow pheasant Rp7 juta, armrest pheasant Rp11-12 juta, dan james fire best pheasant Rp14-15 juta.

“Pakannya sama kaya pakan ayam biasanya, karena ini ayam hutan ditambah pakan alami seperti jangkrik, ulat hongkong, sama ulat kandang,” terangnya.

Baca Juga: Beternak Ayam Pheasant, Milenial Yogyakarta Ini Kantongi Omzet Rp200 Juta Per Tahun
Kisah Dede Menjalani Profesi Sebagai Peternak Ayam Modern, Sekali Panen Omzet Miliaran Rupiah

Anggit menambahkan bahwa di masa pandemi COVID-19 seperti saat ini, penjualan ayam hiasnya sangat meningkat. Dia menyebutkan jenis ayam hias yang paling banyak dicari oleh para penghobi adalah Golden Pheasant.

“(Penjualan) sebelum pandemi alhamdulillah lancar, pas pandemi malah semakin meningkat. (Omzet) kalau rata-rata untuk ayam pheasant saja per tahun sekitar Rp200 juta,” pungkasnya.

 

Video Terkait