Permintaan Telur Ayam Tanpa Kandang Dunia Terus Meningkat

Ilustrasi - Telur ayam produk peternakan.(Pixabay)

Editor: Arif Sodhiq - Senin, 6 Desember 2021 | 23:00 WIB

Sariagri - Permintaan telur ayam dari peternakan tanpa kandang secara global terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan hasil studi, faktor utama pendorong konsumen untuk membeli telur ayam tanpa kandang adalah manfaat keamanan pangan, kualitas telur dan kesejahteraan hewan.

Studi ini dilakukan agen media makanan, Lever, melaporkan pada tahun 2025 permintaan pasar untuk telur ayam tanpa kandang di Hongkong akan meningkat dari level saat ini sebesar 70 juta telur setiap tahun di berbagai sektor.

Sementara di Cina, permintaan telur ayam tanpa kandang diperkirakan meningkat menjadi 1,5 miliar telur per tahun pada tahun 2025 sebagai tanggapan atas komitmen perusahaan yang ada.

Menurut Lever, meski biaya dan harga pembelian telur dari ayam tanpa kandang lebih tinggi daripada telur biasa, namun faktor keamanan pangan, kualitas dan kesejahteraan hewan mendorong tingginya permintaan.  

Mengutip poultryworld.net, agen media makanan Cina yaitu FoodTalks dan Lever Cina telah melakukan survei terhadap konsumen di negeri itu tentang minat pada telur ayam tanpa kandang. Hasil survei dari 739 tanggapan menunjukkan 93% responden setuju atau sangat setuju ayam petelur harus menikmati kebebasan bergerak.

Sebanyak 75% konsumen bersedia meningkatkan dukungannya pada bisnis yang hanya menggunakan telur ayam tanpa kandang, termasuk restoran, supermarket, dan merek makanan kemasan. Sementara 87% responden percaya telur ayam tanpa kandang memiliki keuntungan dari sisi keamanan dan kualitas pangan sehingga bersedia membayar dengan harga lebih tinggi.

Lever menyebutkan, otoritas keamanan pangan Eropa telah melakukan penelitian terhadap 5.000 peternakan di 24 negara, dan melaporkan dibandingkan peternakan tanpa kandang, peternakan dengan ayam dikurung di kandang 25 kali lebih mungkin terkontaminasi dengan strain salmonella utama. Telur dari ayam tanpa kandang juga lebih kaya nutrisi.

Tren konsumsi global

Banyak perusahaan makanan di Cina, termasuk KFC, berjanji membeli telur ayam tanpa kandang secara eksklusif. Burger King misalnya, mengumumkan hanya akan menggunakan telur ayam yang tidak dikurung di pasar Cina pada 2030.

Di Eropa, selama 20 tahun terakhir, proporsi telur dari ayam tanpa kandang telah meningkat dari 10% menjadi lebih dari 50% dari semua telur yang diproduksi.

Di AS, dalam 10 tahun terakhir, proporsi telur dari ayam tanpa kandang tumbuh dari 4% menjadi lebih dari 30%, dan diproyeksikan mencapai lebih dari 50% pada 2025. Di Brasil, jumlahnya juga meningkat tetapi pada kecepatan lebih lambat.

Tren peternakan ayam tanpa kandang

Baca Juga: Permintaan Telur Ayam Tanpa Kandang Dunia Terus Meningkat
Pemanas Kandang Overheat, Rumah dan Kandang Ayam Milik Warga Purbalingga Terbakar



Laporan EggTrack tahunan ke-5 mencatat 156 dari 219 (71%) perusahaan di seluruh dunia melaporkan kemajuan komitmen terhadap peternakan ayam bebas kandang. Seperti dilaporkan Compassion in World Farming, jumlah ini naik dari 63% pada tahun 2020, dan berarti rantai pasokan perusahaan yang telah menyatakan komitmen peternakan ayam bebas kandang rata-rata 79,35%. 

Di Asia, merek telur ayam bebas kandang bersertifikat pertama telah diluncurkan di Vietnam. Sementara Taiwan mengharuskan pencantuman label sistem kandang konvensional pada produksi telur. CP Foods Thailand telah meningkatkan produksi telur ayam tanpa kandang sebesar 30%; dan Burger King juga berkomitmen untuk menggunakan telur ayam tanpa kandang di Thailand.

Video terkait:

Video Terkait