50 Tahun di Indonesia, Nestle Tiap Tahun Kucurkan Rp1,6 Triliun Beli Susu Segar Peternak Lokal

Bupati Malang Drs. H.M. Sanusi, M.M. (kiri) memberikan apresiasi kepada Koperasi Sae Pujon bersama Presiden Direktur PT Nestlé Indonesia, Ganesan Ampalavanar (kanan) pada acara 50 Tahun Nestlé Indonesia: Kemitraan untuk Pengembangan Sapi Perah Berkelanjutan di Pujon, Malang, Jawa Timur, Jumat (3/12/2021) (Dok Nestle Indonesia)

Penulis: Yoyok, Editor: Reza P - Jumat, 3 Desember 2021 | 18:30 WIB

Sariagri - Nestle Indonesia memberikan apresiasi dan penghargaan kepada para peternak sapi perah yang telah bermitra dan menghadirkan bahan baku berkualitas untuk memenuhi kebutuhan produksi Nestle di Indonesia.

“Selama 50 tahun, kami berpegang teguh pada komitmen kami untuk berinvestasi di Indonesia, dengan fokus untuk menciptakan lebih banyak lapangan kerja, menggunakan sebanyak mungkin bahan baku setempat, termasuk susu segar, dan menghasilkan produk makanan dan minuman berkualitas dan bergizi yang aman dan lezat bagi konsumen, serta berkontribusi pada pembangunan ekonomi Indonesia,” kata Ganesan Ampalavanar, Presiden Direktur Nestle Indonesia, saat bersama Bupati Malang HM Sanusi, Deputi Perkoperasian, Kementerian Koperasi dan UMKM, Ahmad Zabadi, dan Plt Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian, Putu Juli Ardika, berkunjung ke kandang percontohan Nestle di Koperasi Sae Pujon, Malang, Jawa Timur, Jumat (3/12), untuk merayakan 50 tahun Nestle di Indonesia bersama para komunitas peternak sapi perah di Malang.

Ganesan mengungkapkan, setiap tahun, Nestle Indonesia membayar sekitar Rp1,6 triliun untuk pembelian susu segar kepada para peternak sapi perah di pedesaan, yang mendukung pembangunan ekonomi pedesaan dan penghidupan para peternak sapi perah. 

“Kemitraan ini merupakan wujud nyata keyakinan kami bahwa untuk mencapai sukses jangka panjang, masyarakat sekitar di mana kami beroperasi juga harus sejahtera. Kami berharap kemitraan antara Nestle Indonesia dan peternak sapi setempat dapat terus berjalan dengan baik,” kata Ganesan.

Diketahui, sejak 1975, Nestle Indonesia telah bermitra dengan peternak sapi perah di Jawa Timur dengan memberikan pendampingan teknis dan bantuan lainnya untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas produksi susu segar serta memastikan keberlanjutan lingkungan.

Melalui tim Milk Procurement and Dairy Development (MPDD), Nestle Indonesia juga memberikan pendampingan dan pelatihan, sejalan dengan misi jangka panjang Nestle untuk mendukung dan mempercepat transisi ke sistem pangan regeneratif, yang tidak hanya melindungi tetapi juga memulihkan lingkungan untuk generasi mendatang.

Sampai saat ini, tim MPDD telah membina 27.000 peternak sapi di Jawa Timur, dengan memberikan pelatihan tentang praktik peternakan sapi perah yang baik dan berkelanjutan, untuk mengoptimalkan produktivitas, meningkatkan kualitas, serta memastikan penerapan yang lebih ramah lingkungan. 

Baca Juga: 50 Tahun di Indonesia, Nestle Tiap Tahun Kucurkan Rp1,6 Triliun Beli Susu Segar Peternak Lokal
Imbas Krisis di Afrika Selatan, Peternak Buang Ratusan Liter Susu Sapi

Nestle Indonesia juga membangun 8 akses air bersih di daerah peternakan sapi perah di Jawa Timur, yang tidak hanya mendukung peternakan-peternakan tersebut, namun juga komunitas sekitar, untuk membantu meningkatkan kesehatan masyarakat. Untuk menjaga kebersihan lingkungan dan  mengurangi emisi gas rumah kaca, sejak 2010 Nestle Indonesia telah membantu membangun 8.400 unit kubah biogas untuk mengolah kotoran sapi menjadi energi terbarukan yang digunakan untuk  memasak dan penerangan.

Di samping itu, slurry yang dihasilkan dari proses pengolahan biogas dapat digunakan sebagai pupuk organik untuk meningkatkan kesuburan lahan pakan ternak. Ini menciptakan sistem sirkular pertanian terintegrasi di peternakan sapi perah di Jawa Timur, sejalan dengan ambisi Nestle untuk mencapai emisi nol karbon (net zero emissions) pada 2050.

Video Terkait