Penelitian: Ternyata Polusi Cahaya Ganggu Proses Reproduksi Jangkrik

Ilustrasi jangkrik. (Pixabay)

Editor: Tatang Adhiwidharta - Rabu, 1 Desember 2021 | 13:00 WIB

Sariagri - Cahaya lampu yang terang ternyata bisa mengganggu siklus aktivitas dan proses reproduksi jangkrik. Ini merupakan hasil studi bersama para peneliti dari Tel Aviv University dan Open University of Israel.

Menurut para peneliti, kicau nokturnal adalah cara jangkrik jantan memanggil betina untuk datang dan kawin dengannya, dan biasanya aktivitas ini dilakukan pada malam hari atau kondisi gelap. Karenanya, terang cahaya lampu di malam hari atau ALAN (artificial light at night) sangat menganggu proses reproduksi dan bahkan membahayakan seluruh spesies.

Keren Levy dari School of Zoology and the Steinhardt Museum of Natural History di Tel Aviv University menjelaskan, pembedaan antara siang dan malam, terang dan gelap, adalah fondasi utama kehidupan di bumi. Tetapi manusia, sebagai makhluk siang yang takut akan kegelapan, mengganggu tatanan alam ini. Manusia menghasilkan cahaya buatan untuk mengusir kegelapan agar mereka dapat melanjutkan aktivitas di malam hari.

"Saat ini lebih dari 80% populasi dunia hidup di bawah polusi cahaya, dan tingkat keseluruhan ALAN meningkat 5% setiap tahun. ALAN berdampak negatif terhadap lingkungan dan mempengaruhi perilaku alami yang telah berkembang selama jutaan tahun evolusi," ujarnya, seperti dikutip phys.org.



Polusi cahaya merusak kehidupan hewan


Lebih jauh Levy mengatakan, cahaya lampu buatan di malam hari mempengaruhi panjang dan kualitas tidur banyak hewan, menyebabkan kematian yang tinggi, dan mengubah siklus aktivitas banyak makhluk. Misalnya, kumbang kotoran, yang bernavigasi menggunakan Bima Sakti, kehilangan arah ketika polusi cahaya meningkat.

Tukik penyu biasanya mencari permukaan air laut yang paling terang, tetapi seringkali tersesat hingga mencapai kawasan pejalan kaki yang diterangi lamput.

Polusi cahaya yang sama juga mengganggu kehidupan jangkrik. Temuan penelitian di laboratorium menunjukkan bahwa peningkatan ALAN menyebabkan hilangnya ritme kehidupan pada tingkat individu dan populasi.Baca Juga: Penelitian: Ternyata Polusi Cahaya Ganggu Proses Reproduksi Jangkrik
Penelitian: Ternyata Biawak Lebih Berkembang Biak di Perkebunan Kelapa Sawit



Prof. Ayali dari School of Zoology and the Steinhardt Museum of Natural History di Tel Aviv University mengungkapkan, di alam, jangkrik menunjukkan siklus aktivitas yang sangat teratur. Perilaku kicau, memanggil betina dan kawin, terjadi saat matahari terbenam dan berakhir di pagi hari. Namun cahaya lampu mengacaukan ritme hidup mereka. Jangkrik jantan tak lagi berbunyi di malam hari, berarti tak ada betina yang datang dan tak ada lagi kegiatan reporduksi.

Penelitian sebelumnya di seluruh dunia telah menunjukkan bahwa polusi cahaya berbahaya bagi banyak spesies hewan dan tumbuhan. Karena itu para peneliti menyerukan untuk mengurangi cahaya lampu malam atau ALAN (artificial light at night) sebanyak mungkin untuk memungkinkan koeksistensi di lingkungan malam. 

Video Terkait