Pemuda Desa Ini Sukses Beternak Burung Merpati Kolong dengan Keuntungan Fantastis

Eko Rambu Semesta, pemuda Desa Lambangan, Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur sukses menjadi peternak merpati kolong.(Sariagri/Arief L)

Editor: Arif Sodhiq - Kamis, 25 November 2021 | 17:30 WIB

Sariagri.id - Berawal dari hobi memelihara burung merpati balap atau kolong, kini berkembang menjadi ladang bisnis menjanjikan. Eko Rambu Semesta, pemuda asal Desa Lambangan, Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur sukses menjadi peternak burung merpati kolong.

Dalam kurun waktu 1,5 tahun, usah yang ditekuni Eko berkembang pesat. Dari awalnya hanya memiliki sepasang burung merpati, kini jumlahnya telah mencapai 100 ekor.

“Saya memulai usaha beternak burung merpati kolong atau yang biasa dikenal sebagai merpati balap aduan di pertengahan tahun 2020. Awalnya hanya sekedar hobi, beli sepasang dari peternak di Pekalongan Jawa Tengah dan sekarang jumlahnya sudah seratusan ekor,“ ujar Eko kepada Sariagri.id, Kamis (25/11/2021).

Menempati lahan seluas 3x10 meter di belakang rumahnya, Eko memiliki puluhan kandang merpati kolong berbagai ukuran. Sudah tidak terhitung jumlah burung merpati miliknya yang laku terjual.

Pelanggannya tidak hanya datang dari kalangan pecinta burung merpati aduan di sekitar Sidoarjo tetapi sudah merambah hampir ke seluruh nusantara.

“Saya memasarkannya cukup dengan mengandalkan media sosial, pembeli sudah banyak yang memesan. mulai dari Sidoarjo, Depok, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jakarta, Lampung, Makassar Sulawesi hingga Papua,“ katanya. 

Saat ini, Eko memiliki beragam trah atau indukan merpati siap dijual maupun lomba antara lain merpati kenwood, qiu qiu, nokia, scoopy, bintang, GL 99, kaisar, dollar, queen, macan, pesona dan banteng.

Harga jual per ekor anakan merpati yang baru bisa terbang dibandrol Rp300.000-Rp500.000. Sedangkan anakan dari hasil perkawinan merpati juara dihargai Rp1 juta - Rp5 juta. Dari menekuni usaha peternakan ini, Eko mampu meraup keuntungan bersih Rp20 juta per bulan.

“Khusus indukan siap lomba, saya jual diatas Rp7 juta tergantung trah asal perkawinannya. Bahkan yang paling mahal trah kenwood pekalongan milik teman saya yang kemarin juara lomba ditukar sama Mobil Pajero tidak diberikan,“ ungkapnya.  

Eko mengatakan alasan harga jual burung merpati kolong fantastis karena perawatannya  membutuhkan ketelatenan tinggi. Setiap hari dalam merawat burung merpati aduan ini, Eko  mempekerjakan dua orang joki perawat.

“Perawatan merpati kolong mulai dari memandikan, menjemur, memberikan pakan, mengawinkan, memberikan jamu hingga membersihkan kotoran kandang. Hal ini harus telaten agar burung semakin sehat dan fit,“ katanya.

Baca Juga: Pemuda Desa Ini Sukses Beternak Burung Merpati Kolong dengan Keuntungan Fantastis
Ternak Merpati Hias, Pembudidaya Asal Pacitan Ini Untung Jutaan Rupiah per Bulan

Selain perawatan, merpati kolong  juga harus dilatih terbang tinggi dan selanjutnya terbang rendah hinggap ke tangan joki.

“Musuh utama merpati kolong adalah cuaca karena faktor cuaca bisa membuat burung terkena flu,  penyakit tenggorokan hingga tidak bisa terbang,“ tandasnya.

Video terkait:

 

Video Terkait